Hidayatullah.com – California mensahkan rancangan undang-undang yang mengusulkan pengakuan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi negara bagian tersebut.
Melalui RUU tersebut, AB 2017, negara bagian California secara resmi mengakui hari raya Islam Idul Fitri dan Idul Adha dalam peraturan negara per tanggal 10 September.
RUU tersebut diajukan kepada Gubernur Newsom oleh anggota Majelis Matt Haney bersama dengan sejumlah komunitas dan organisasi Muslim pada Maret lalu.
“California merupakan rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapatkan pengakuan serta penghormatan,” kata Haney dalam sebuah siaran pers, lansir FOX40 pada Selasa (29/09/2026).
Menurutnya, pengakuan hari raya Id dalam hukum negara bagian adalah hal yang penting untuk memastikan setiap warga Muslim dapat merayakan hari raya bersama keluarga tanpa pengorbanan yang tidak perlu.
Dengan disahkannya AB 2017, hal itu menjadi sarana bagi institusi atau lembaga sektor publik untuk membantu Muslim California menjalankan ibadah mereka tanpa terbentur oleh tuntutan karir ataupun kewajiban lainnya.
“AB 2017 mencerminkan komitmen bersama Komisi untuk mewujudkan California di mana institusi publik mengakui dan menghormati komunitas yang mereka layani,” kata Ketua Komisi Jason Paguio dalam siaran pers tersebut.
Respon Komunitas Muslim
Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang California (CAIR-CA) menyambut baik pengesahan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi.
“Undang-undang ini mengakui Idulfitri dan Iduladha dalam hukum negara bagian serta mengatasi kendala yang telah lama dihadapi oleh lebih dari satu juta penduduk Muslim di California, yang sering kali harus memilih antara menjalankan ibadah atau hadir di sekolah maupun tempat kerja,” bunyi pernyataan CAIR-CA pada Selasa (29/09/2026).
Ketua CAIR-CA Hussam Ayloush juga menyambut pengakuan tersebut. Menurutnya AB 2017 menghapus hambatan struktural yang seringkali dialami para pelajar dan pekerja Muslim.
““udah terlalu lama, para pelajar dan pekerja Muslim di California harus menghadapi pilihan sulit antara mengikuti perayaan yang penting bagi keyakinan mereka atau tertinggal dalam kewajiban akademis maupun profesional mereka,” kata Hussam.
“Kami mengapresiasi Gubernur Newsom yang telah menandatangani AB 2017 dan menyampaikan pesan kuat bahwa di tengah meningkatnya permusuhan, California berdiri teguh bersama komunitas Muslimnya.”
“Kami juga berterima kasih kepada Anggota Majelis (Assemblymember) Haney selaku penyusun utama dan Senator Aisha Wahab selaku penyusun pendamping atas rancangan undang-undang penting ini, serta kepada mitra kami, Muslim Impact Council dan California Commission on Asian and Pacific Islander American Affairs. Bersama-sama, kita telah meraih kemenangan bersejarah bagi umat Muslim di California,” imbuh Hussam.
Menurut CAIR, pengakuan itu terjadi di saat yang krusial di mana lembaga tersebut mencatat peningkatan insiden Islamofobia terhadap masjid dan pusat kegiatan Islam dari bulan Mei hingga Juli sebesar 183 persen.
CAIR-CA adalah cabang California dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi advokasi dan pembela kebebasan sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat. Misinya adalah meningkatkan pemahaman tentang Islam, melindungi hak-hak sipil, mendorong keadilan, dan memberdayakan Muslim Amerika.*




