Hidayatullah.com-– Amerika Serikat hari Rabu (30/9/2026) mengatakan pihaknya secara resmi mengakhiri misinya melawan kelompok-kelompok ekstremis di Iraq, menyusul penarikan pasukan dari pangkalan Erbil yang terletak di daerah Kurdistan.
Setelah lebih dari satu dekade, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengakhiri operasinya untuk memerangi ISIS di Iraq dan negara tetangga Suriah.
ISIS, yang sempat menguasai banyak wilayah Iraq dan Suriah, berhasil ditaklukkan di Iraq pada 2017 dan di Suriah pada 2019, tetapi pasukan koalisi pimpinan AS masih bercokol untuk memerangi sisa-sisa kelompok bersenjata itu.
“Hari ini, Amerika Serikat dan mitra-mitra Koalisi kami secara resmi mengakhiri Operation Inherent Resolve in Iraq, sejalan dengan pernyataan bersama AS-Iraq pada September 2024 serta kepentingan nasional Amerika Serikat,” kata kepala juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.
“Kepergian secara tertib pasukan koalisi beserta perlengkapannya dari Pangkalan Udara Erbil menandai akhir misi militer yang sukses yang mengalahkan ISIS di Iraq,” kata Parnell.
Pada tahun 2024 Baghdad dan Washington setuju untuk menyudahi misi pasukan koalisi, dan pasukannya ditarik secara bertahap dari pangkalan-pangkalan yang tersebar di sejumlah daerah di Iraq, membatasi kehadiran mereka di wilayah otonomi Kurdistan.
Pemerintah Iraq meyakini bahwa penarikan pasukan koalisi tersebut menghilangkan alasan yang digunakan faksi-faksi militan dukungan Iran untuk mempertahankan senjata mereka.
US Central Command dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Combined Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR) masih beroperasi dan sekarang bermarkas di Yordania sementara pasukan AS melanjutkan misi kontra-ISIS di Suriah bersama mitra-mitra koalisi dan pemerintah Suriah.
“Kerja bagus untuk puluhan ribu anggota militer Amerika, diplomat, dan personel sipil yang ditugaskan di Iraq,” puji komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper.
“Berkat ketabahan, pengorbanan, dan profesionalisme Anda, ISIS tidak lagi menjadi ancaman sistemik bagi keamanan nasional Iraq dan pasukan keamanan Iraq, termasuk Peshmerga dan pasukan keamanan Wilayah Kurdistan Iraq lainnya, mereka sekarang memiliki kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian operasional untuk mengatasi ancaman terhadap tanah air mereka.”
Terletak di Iraq utara, Pangkalan Udara Erbil berfungsi sebagai pusat operasional utama bagi CJTF-OIR , dan menjadi tuan rumah bagi sebagian besar dari 1.500 pasukan Amerika dan Koalisi yang mendukung operasi kontra-ISIS.
“Saat kami mundur dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab utama atas keamanan Iraq kepada Pemerintah Iraq dan rakyat Iraq yang berani, pasukan AS dan koalisi yang ditempatkan di di seluruh kawasan ini akan tetap siap siaga untuk menghadapi ancaman ISIS yang muncul kembali,” kata Cooper.
“Mempertahankan kewaspadaan dan kesiapan kami sangat penting untuk melindungi wilayah Amerika Serikat dan memperkuat keamanan regional,” imbuhnya.*




