Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio hari Jumat (2/10/2026) berdiskusi dengan Raja Yordania Abdullah II tentang keamanan regional, dengan Libanon dan upaya-upaya untuk melucuti persenjataan Hizbullah menjadi topik utama.
Rubio dan Raja Abdullah membicarakan beragam isu bilateral dan regional, termasuk implementasi Trilateral Framework in Lebanon, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott.
Keduanya juga membicarakan upaya perlucutan senjata Hizbullah dan upaya mewujudkan stabilitas di Suriah.
“Menteri Rubio mengucapkan terima kasih kepada Raja Abdullah atas keteguhan Yordania dalam memajukan keamanan regional,” kata Pigott dalam penjelasan singkat tentang pembicaraan lewat telepon tersebut.
Diskusi itu dilakukan seiring dengan sikap Washington yang terus mendorong implementasi kerangka kerja tersebut yang telah disepakati antara Libanon dan Israel awal tahun ini, yang didalamnya termasuk pemulihan otoritas negara Libanon dan penanganan persenjataan Hizbullah serta infrastruktur militer, lansir Al Arabiya.
Yordania secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kedaulatan dan stabilitas Libanon. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Libanon Nawaf Salam di sela-sela Sidang Umum PBB bulan lalu, Raja Abdullah menyerukan diakhirinya serangan Israel atas Libanon, serta dukungan terhadap upaya Libanon untuk mewujudkan keamanan, stabilitas dan kedaulatan negara.
Seruan itu juga menggarisbawahi tempat Suriah dalam koordinasi AS-Yordania. Yordania berbatasa langsung dengan Suriah dan berulang kali menegaskan pentingnya stabilitas di dalam negeri tetangganya yang berada di utara itu.
Rubio dan Raja Abdullah sebelumnya mendiskusikan perkembangan di Suriah sebagai bagian dari konsultasi di bidang keamanan regional.
Pembicaraan hari Jumat itu menyoroti peran Yordania dan upaya-upaya diplomatik Amerika Serikat yang merambah hingga Libanon dan Suriah.*




