Hidayatullah.com– Maskapai penerbangan Iran termasuk Mahan Air diperbolehkan untuk melayani 40 penerbangan harian rute dari dan ke bandara Iraq Najaf International Airport, kata kantor Perdana Menteri Iraq hari Jumat (2/10/2026), menyusul sanksi yang diberlakukan oleh Washington terhadap penerbangan Iran.
Iraq menangguhkan penerbangan dari dan ke Iran pekan lalu, sejalan dengan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.
Reuters mengabarkan awal pekan ini bahwa Departemen Keuangan AS akan memberikan keringanan selama satu bulan guna memungkinkan maskapai-maskapai penerbangan mengangkut peziarah Syiah yang bepergian antara Iraq dan Iran guna mengunjungi kota-kota suci aliran kepercayaan mereka.
Pemerintah Iraq berupaya meminta pengecualian untuk perjalanan yang berkaitan dengan ibadah, perawatan kesehatan dan pendidikan.
“Perdana Menteri mengapresiasi respon positif yang ditunjukkan oleh pemerintah AS terhadap upaya-upaya Iraq dan kerja samanya dalam pemberian pengecualian yang diminta,” bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir Reuters.
Amerika Serikat menuding Mahan Air mengangkut personel-personel, serta senjata dan drone Garda Revolusi Iran.*




