Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2026 20:35 8:35 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Oktober 2026 20:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Fenomena lonjakan jumlah penganut ateisme dan agnostisisme di kalangan generasi muda kerap dibingkai sebagai bentuk kebebasan berpikir dan tingkat kecerdasan yang tinggi. Padahal pandangan yang mengidentikkan sikap ateis dengan keunggulan intelektual atau kecerdasan dinilai sebagai anggapan keliru yang berakar dari cacat nalar.

Fenomena ini dinilai krusial mengingat maraknya konten-konten populer di media sosial yang mempropagandakan ateisme dengan balutan bahasa sains modern. Tanpa pemahaman logika yang utuh, narasi tersebut rawan diterima mentah-mentah oleh generasi muda sebagai simbol kehebatan intelektual dan modernitas.

Hal tersebut disampaikan Pakar filsafat Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Syamsuddin Arif, Prof. Dr. Syamsuddin Arif, M.A., dalam kuliah umum di Kampus IAI Persis Garut.

Ia menegaskan bahwa klaim superioritas berpikir yang diusung kelompok ateis runtuh ketika diuji menggunakan prinsip-prinsip dasar logika formal.

“Menganggap bahwa ateisme itu identik dengan kecerdasan itu jelas keliru. Karena banyak orang cerdas yang tidak ateis, dan tidak sedikit orang ateis yang goblok,” ujar oleh peneliti senior INSISTS, di hadapan ratusan peserta kuliah umum.

Baca Juga

Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim

Menurut Syamsuddin, narasi yang dibangun oleh kelompok ateis modern—baik melalui pendekatan empiris, evidensialis, maupun evolusionis—banyak terjebak dalam kesesatan berpikir (logical fallacy).

Kesalahan paling mendasar terletak pada kecenderungan menyimpulkan ketiadaan (non-existence) hanya berdasarkan ketidakterlihatan (non-visibility).

Ia menjelaskan bahwa membatasi keberadaan sesuatu semata-mata pada hal yang dapat divalidasi oleh pancaindra atau metode fisik merupakan bentuk kedangkalan berpikir.

Dalam disiplin filsafat dan logika (ilmul mantik), menyamakan keterlihatan dengan keberadaan adalah kesalahan kategoris.

Syamsuddin juga menyoroti terjebaknya kelompok ateis pada paham sainsisme—sebuah kekeliruan yang menganggap metode ilmiah sebagai satu-satunya jalan menuju kebenaran. Padahal, sains sendiri memiliki batas objektif yang tidak dirancang untuk mengukur hal-hal metafisik.

Kesesatan logika kaum ateis tercermin jelas dalam struktur silogisme empiris yang kerap mereka gunakan

Pertama, Premis Mayor yang Keliru: Kaum ateis berangkat dari premis bahwa “segala sesuatu yang ada harus dapat dibuktikan secara fisik atau kasat mata”. Premis ini cacat secara mendasar karena mereduksi hakikat keberadaan hanya pada materi fisik. Dalam realitas ilmiah sekalipun, banyak hal seperti kesadaran, gravitasi, hingga sinyal elektromagnetik yang diyakini ada meski tidak terlihat oleh pancaindra.

Kedua, Kesalahan Kategoris (Category Mistake): Menggunakan metode empiris-saintifik untuk mengukur atau membuktikan Tuhan adalah kesalahan alat dan ruang lingkup. Sains dirancang untuk meneliti alam semesta yang terikat materi, ruang, dan waktu, sedangkan Tuhan didefinisikan sebagai Pencipta yang tidak terikat oleh hukum materi tersebut.

Ketiga, Kesesatan Argumentum ad Ignorantiam: Kaum ateis menyimpulkan “Tuhan tidak ada” hanya karena “Tuhan tidak/belum bisa dibuktikan secara saintifik”. Dalam kaidah logika, ketidaktahuan atau ketidakmampuan membuktikan sesuatu bukanlah bukti atas ketiadaan hal tersebut.

Oleh karena itu, Syamsuddin menekankan pentingnya penguatan literasi ilmiah dan pemikiran kritis berbasis tradisi keilmuan Islam. Langkah ini dinilai krusial untuk meluruskan kerangka berpikir masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari infiltrasi gagasan ateistik yang rapuh secara metodologis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agnostisismeberita utamaHeadlinemitos ateispenganut ateismetak bertuhantuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet

Berita
1 Oktober 2026 15:49
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Terbaru

  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
  • Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf

3 Oktober 2026 10:32
Berita

Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

3 Oktober 2026 10:17
Raja Yordania Abdullah II
Berita

Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania

3 Oktober 2026 09:50
BeritaCover Story

Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial

3 Oktober 2026 09:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?