Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Khaththath: Terorisme, Rekayasa untuk Bungkam Syariat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2011 05:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath tak meragukan bahwa tindakan terorisme di Indonesia sarat dengan rekayasa, sebab asumsi dasar mereka menangani terorisme bahwa sumber terorisme adalah radikalisme. Dan asumsi itu tidak lepas dari kampanye para sponsor pemberantasan terorisme.

“Amerika Serikat dan Barat memang melihat kaum muslimin dan para aktifis yang menghendaki penerapan syariat Islam adalah kaum radikal yang diposisikan sebagai musuh karena menjadi penghalang utama penjajahan AS di dunia Islam,” kata Khaththath dalam acara diskusi publik di Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Sehingga, lanjut Khaththath, cukup beralasan kenapa kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diketuai Irjenpol (Purn) Ansyaad Mbai langsung melancarkan tudingan bahwa teroris bukan saja mereka yang melakukan aksi bom, tapi juga semua kaum ingin menegakkan syariat dan daulah Islam.

Lebih jauh, menurut Khaththath, kampanye terorisme sebenarnya hanyalah alat politik Amerika Serikat. Ia menjelaskan, istilah terorisme yang berasal dari kata teror bukanlah berasal dari Bahasa Arab.

Dalam bahasa Arab, kata teror diungkap dengan kata Irhab, yang berasal dari kata Arhaba yang maknanya adalah menakut-nakuti. Makna bahasa ini dituang dalam Qur’an surah Al Anfaal ayat 60.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun sebagai istilah, tidak dijumpai istilah terorisme (irhabiyah) dalam al-Qur’an maupun hadits Nabi.

“Artinya, istilah dan budaya terorisme tidak ada dalam Islam dan tidak bersumber dari syariat Islam,” jelasnya.

Khaththath menegaskan, mengaitkan istilah terorisme dengan ajaran Islam adalah suatu kesalahan. Menjadikan perjuangan untuk tegaknya syariat Islam di muka bumi sebagai aktifitas awal terorisme, bahkan aktivitas pokok terorisme, adalah suatu kesalahan besar.

“Dalam praktiknya akhir-akhir ini, cap terorisme tergantung kepentingan politik,” imbuh dia.

Khaththath mencontohkan, aksi pembunuhan Perdana Menteri India Indira Priyadarshini Gandhi, oleh Amerika hal itu disebut sebagai aksi terorisme. Sedangkan pembunuhan terhadap Raja Faizal dan John F Kennedy dikatakan bukan sebagai aksi terorisme.

“Ketika gerilyawan Hamas mengebom Israel, maka dicap sebagai tindakan teroris. Sebaliknya, bombardir pesawat tempur Israel yang menewaskan warga sipil diklaim sebagai upaya bela diri,” beber Khaththath.

Terorisme memang harus ditangani. Namun Khaththath menegaskan bahwa menangani terorisme adalah dalam rangka tegaknya dan berdaulatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

“Penanganan terorisme bukan mengikuti skenario atau pesanan Amerika atau negara lain yang tak peduli dengan situasi kondisi dan nilai-nilai yang ada di Indonesia,” terang Khaththath.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komnas HAM: BNPT Melanggar Keppres Pendirian
Tulisan selanjutnya Mengapa Islam Selalu Jadi Kambing Hitam?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?