Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Kenali Musuhmu! Hikmah Peristiwa Nabi Adam dan Siti Hawa  

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2023 10:50 10:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2023 11:15
Bagikan
Bagikan

Dengan mengenali musuh, kita akan selalu mengetahui apa yang bisa membuat kita lengah dan lalai dengan pertolongan-Nya, sebagaimana kasus Nabi Adam dan Siti Hawa

Hidayatullah.com | NABI Adam Alaihissalam adalah nenek moyang manusia keseluruhan, nabi Allah yang pertama di antara semua nabi dan rasul. Nabi Adam diciptakan pada hari Jumat, dimana hari Jumat adalah penghulu dari hari-hari lainnya.

Bahkan di hari Jumat juga Nabi Adam dimasukkan dan dikeluarkan dari surga, sebagaimana hadits Nabi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim dan an-Nasa’i)

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Nabi Adam sebelumnya hanya tinggal sendiri pada masa penciptaannya, kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai pasangannya, agar ia merasa tentram.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan, dari Ibnu Abbas, bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam yang paling pendek ketika ia sedang tertidur, lalu tulang itu digantikan balutan daging. Pendapat bahwasanya Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam senada dengan ayat dalam surah an-Nisa, yaitu pada ayat pertama yang berbunyi,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Lalu dimasukkanlah keduanya ke dalam surga sebagai nikmat dan kesejahteraan bagi mereka, sebelum pada akhirnya iblis menggoda mereka untuk memakan salah satu buah pohon dari pohon yang dilarang bagi mereka berdua untuk mendekatinya, apalagi untuk memakan buahnya. Namun karena bisikan iblis tersebut yang kuat, akhirnya mereka berdua memakannya dan Allah menghukum mereka berdua dengan diturunkan dari surga, tempat dimana sebelumnya kenikmatan dan kesejahteraan mereka berdua dapatkan.

Iblis dan Keturunannya Musuh Nyata

Iblis adalah salah satu makhluk Allah selain malaikat dan manusia. Iblis diciptakan dari api, iblis memiliki sifat angkuh dan sombong.

Salah satu kesombongannya ia tunjukkan dengan enggan bersujud kepada Adam, ketika Allah menyeru para malaikat untuk bersujud kepadanya, dengan alasan bahwasanya ia lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Adam hanya diciptakan dari tanah.

Hasan Bashri mengatakan; “Iblis itu sama sekali tidak termasuk golongan Malaikat.”

Syahar bin Hausyab mengatakan, “Iblis itu termasuk golongan Jin. Ketika mereka telah membuat kerusakan di bumi, maka Allah mengutus sejumlah tentara dari golongan malaikat untuk menghentikan dan mengasingkan mereka ke pulau-pulau terpencil. Iblis adalah salah satu dari mereka, yang ditawan itu lalu dibawa oleh para malaikat ke atas langit hingga ia menetap di atas sana bersama mereka. Lalu ketika para malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud, maka iblis pun membangkang dan tidak mau mentaati perintah tersebut.”

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan para sahabat lainnya, juga Said bin Musayib beserta ulama lainnya mengatakan; “Iblis itu adalah pemimpin para malaikat yang ada di langit dunia. (langit yang paling bawah dari tujuh lapisan langit). Ibnu Abbas menambahkan namaya adalah Azazil, dan pada Riwayat lain, Ibnu Abbas mengatakan Namanya adalah al-Harits, sedangkan an-Nuqasy mengatakan, “Iblis memiliki nama alias, yaitu Abu Kurdus.”

Pada satu Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, “Iblis masuk dalam kelompok para Malaikat yang disebut dengan al-hin, mereka ditugaskan untuk menjaga Surga, iblis kala itu adalah salah satu makhluk yang paling dihormati, paling banyak beribadah, dan paling banyak ilmunya. Ia berparas rupawan dan memiliki empat sayap, namun akhirnya ia menjadi buruk rupa setelah Allah mengusirnya dari Surga.

Terlepas dari asal-usulnya, ulama sepakat akan keburukan yang dimiliki oleh iblis, yang dimana iblis berjanji akan menyesatkan manusia hingga hari akhir. Dan dari sini, nyatalah bahwasanya iblis dan keturunannya adalah musuh yang nyata bagi umat manusia.

Dalam surah Thaha ayat 117 dikatakan bahwa benar iblis adalah musuh bagi Adam dan Hawa dalam ayat tersebut, yaitu:

فَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ

“Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”

Musuh yang akan selalu berusaha menjerumuskan umat manusia sebagaimana iblis telah menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa dengan tipu muslihatnya sehingga mereka berdua diturunkan dari Surga. Sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 36, yaitu:

فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Pelajaran Nabi Adam

Banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari kisah Nabi Adam dan Hawa beserta Iblis dan tipu dayanya terhadap mereka berdua. Iblis adalah musuh yang nyata bagi mereka berdua.

Tekad musuh nabi Adam ini adalah menipu dan menjerumuskan Nabi Adam dari jalan Allah sehingga tergelincir kepada kedurhakaan terhadap larangan yang diberikan Allah kepadanya.

Dari kisah ini, bisa kita ketahui bahwa celah iblis untuk menjerumuskan manusia adakah melalui hawa nafsu yang diantaranya adalah nafsu berkuasa dan hidup abadi.

Dengan kedua alasan inilah nabi Adam dan Hawa terperangkap makar yang menyebabkan mereka berdua harus diturunkan dari surga. Berpaling dari petunjuk Allah akan mengakibatkan penderitaan di dunia dan di akhirat.

Nabi Adam dan Iblis sama-sama dikeluarkan oleh Allah dari surga karena kedurhakaan mereka berdua. Namun disini Nabi Adam jelas lebih mulia dibandingkan Iblis.

Nabi Adam memang mendurhakai Allah, namun ia segera bertaubat kepada-Nya dan dengan itu Allah terima taubatnya. Berbeda dengan Iblis yang enggan sujud kepada Adam atas perintah dari Allah dan enggan mengakui kesalahannya sehingga Allah menelantarkannya dan membiarkannya sesat selamanya.

Salah satu hikmah darin kisah Nabi Adam ini adalah agar Nabi Adam dibekali dengan ujian sebelum menjadi khalifah di bumi dengan segala kejadian yang menimpanya dan agar Nabi Adam kembali dalam kondisi terbaiknya dengan beramal dan memperbaiki keadaannya di dunia guna kembali dalam keadaan yang lebih baik dan mulia.

Namun satu yang menjadi poin besar dalam bahasan ini adalah agar manusia mengenali siapa musuhnya, bagaimana makar mereka terhadapa manusia, dan apa solusinya. Yaitu bahwasanya Nabi Adam dan Hawa jatuh dalam perangkap hawa nafsu yang dibisikkan oleh iblis.

Itu berarti hawa nafsu adalah hal yang harus dijauhi okeh manusia agat gterhindar dari akibat-akibat yang bisa menerpa siapapun yang jatuh kepada ketergelinciran manusia akibat mengikuti hawa nafsunya yang cenderung mengajak kepada keburukan bukan pada ketakwaan kepada Allah.

Dengan mengenali siapa musuh kita, in syaa Allah kita akan selalu mengetahui apa saja yang bisa membuat kita lengah dan lalai dengan pertolongan-Nya. Dan dengan mengenali siapa diri kita dan siapa tuhan kita maka kita dapat menakar kadar keimanan kita, apakah sedang berada di jalan-Nya atau sedang jauh dari-Nya. Wallahu a’lam bisshawwab.*/ Ahmad Al Hidayah

Pustaka

Ash-Shallabi, A. M. (2022). Adam Alaihissalam Penciptaan Manusia. (A. Zirzis, Ed., & H. M. Supar, Trans.) Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Katsir, I. (2004). Tafsir Ibnu Katsir. (M. Y. Harun, Ed., & d. M. Abdul Ghaffar E.M., Trans.) Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Katsir, I. (2011). Kisah Para Nabi. (Artawijaya, Ed., & H. D. Rosadi, Trans.) Jakarta: Al-Kautsar.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buah khuldiHeadlinekenali musuhkisah nabi AdamNabi Adam dan hawaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FBI Bekuk Ekstremis Kristen Dalang Serangan Teror yang Tewaskan 6 Orang
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Jatuhkan 50.000 Ton Bahan Peledak, Membunuh lebih dari 16.248 Warga Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?