Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mencintainya Tanpa Syarat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juli 2011 09:30 9:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2011 09:30
Bagikan
Bagikan

Cintai aku dengan tulus
Disaat aku membuatmu senang dan susah
Aku akan tahu bahwa aku dicintai
Dan membawa lebih banyak cinta kepada Dunia

ALKISAH, ada seorang guru sekolah dasar, telah melewati fase sulit dalam kelas hiperaktif-nya. Biasanya, sang guru mengeraskan intonasinya dengan nada tinggi untuk menegur murid-muridnya. Namun pada hari itu, ia pandangi dalam-dalam wajah muridnya satu-persatu dengan tatapan penuh harapan dan cinta. Terbersit dalam dirinya bahwa keberadaanya di kelas adalah semata-mata karena ia mencintai murid-muridnya.

Dipandanginya sekeliling ruangan dalam kelas beserta anak-anak yang tidak bisa diam tersebut. Sepontan sang guru mengucapkan sambil memandang anak-anak, “karena bu guru mencintai kalian semua mari satu pelajaran kita pakai untuk bermain bebas dengan tema “cinta.” (sambil merentangkan tangannya).

Di luar dugaan hampir seluruh siswa merangkulnya dan bersuka ria sesama temannya tanpa ada perasaan tertekan sedikitpun. “Terima kasih Bu, telah memberikan cinta kepada kami.” Ada rasa diguyur air dari langit, terasa ces di dada atas karunia yang tak ternilai, semenjak itu sang guru akan mendekati siswanya dengan cinta. Kedengarannya sepele, namun sesuatu yang sangat luar biasa!

Suasana seperti ini tidak menutup kemungkinan juga terjadi di rumah kita, di saat anak-anak kita sedang bertengkar atau berduel dengan saudaranya. Rasanya, membuat rumah berantakan seperti kapal pecah.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Wajah kita di rumah bisa dilihat manakala anak-anak kita merusakkan barang berharga milik kita. Apa kira-kira reaksi yang akan kita perbuat?. Apalagi jika kita dalam keadaan capek karena pulang dari kerja atau yang lain. Apa yang akan kita hadapi? marah dan kepala panas disertai dengan teriakan dan bentakan? Atau berteriak sambil membawa kayu?

Sejujurnya banyak orangtua yang tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi suasana seperti itu. Saat itu, yang penting bagi para orangtua, mereka merasa puas dengan menumpahkan seluruh kemarahannya tanpa memikirkan perasaan “sang buah hati”.

Sayangnya, yang tidak banyak diketahui para orangtua, setiap kemarahan mereka (orangtua), baik dengan cara suara kasar, bentakan, pukulan atau reaksi-reaksi negative lain di depan anak-anak mereka sangat beresiko terhadap perkembangan psikologis mereka di masa depan yang tak akan terlupakan sepanjang hidup baginya. Bukan saat itu.

Sudah saatnya, kecintaan orangtua, harus dapat dikedepankan dengan kelembutan hati, tidak sekedar pemenuhan fasilitas dan kebutuhan. Kekerasan dan kekasaran bukan suatu cara yang dianjurkan oleh Islam.

Rasulullah Muhammad pernah diingatkan oleh Allah untuk menghindarkan kekerasan dan kekasaran.

Dalam QS Al-Imran 159, Allah berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau berlaku keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada-Nya.”

Mudah-mudahan ayat di atas bisa menjadi pengingat kita, para orangtua.*

Masfufah, MA. Penulis konselor psikologi anak SD Integral Lukmanul Hakim, PP Hidayatullah Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persis Tetapkan 1 Ramadhan 1432 H
Tulisan selanjutnya Mengais Rezeki di Suramadu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:59
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?