Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Perlu Mengubah Pola Pikir Hadapi ‘Kepungan’ Potensi Gempa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2018 18:25 6:25 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 7 Agustus 2018 18:25
Bagikan
Gempa Lombok di NTB, Agustus 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kapus Puslit Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) periode 2001-2006, Hery Harjono, menilai, pola pikir dalam menghadapi ‘kepungan’ potensi gempa semestinya diubah.

Selama ini riset-riset gempa tak banyak beranjak. Kalaupun ada riset, itu tidak menjadi fokus utama institusi. Kalau pun ada, itu atas usaha para peneliti dengan menggalang kerja sama dg mitra luar negeri.

“Bagaimana mungkin negara yang dikepung gempa dan gunung api seperti tak peduli. Kita baru terkejut kalau bencana itu datang,” ungkapnya dalam rilisnya diterima hidayatullah.com Jakarta (06/08/2018).

Pemerintah harus melakukan riset geologi laut. Tujuannya, agar bisa mengetahui potensi tsunami jika terjadi gempa. Selain itu, perlu dibuat jaringan seismograph bawah laut.

Baca: Gempa NTB, Jumlah Korban Terus Bertambah

Sepekan ini Indonesia dikejutkan oleh dua gempa yang menghantam Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, khususnya Lombok Utara. Menurut Hery, dari sisi geologi, pada dasarnya tidak ada yang aneh dari dua gempa hampir berurutan ini.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Deputi Kepala LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian 2006-2011 ini memaparkan, pada tahun 1979, Lombok dan Bali Utara digoncang gempa bahkan saat itu diikuti tsunami. Tahun 1992, gempa dan tsunami dahsyat menghantam Flores.

“Kenapa gempa muncul di sana? Kalau kita cermati, di utara Flores hingga Lombok terdapat patahan atau sesar yang memanjang sejak dari Flores hingga Lombok. Patahan ini sebagai respons terhadap desakan Kontinen Australia,” jelasnya.

Patahan yang disebut Flores Thrust (Patahan Naik Flores) ini berada di bawah laut. Kenampakannya dari rekaman seismik refleksi (alat untuk melihat anatomi kerak bumi) sangat jelas. Dari ujung timur Laut Flores, tampak dasar laut terpatahkan, dimana bagian utara menyusup ke bawah.

Baca: Gempa Guncang NTB Lagi, DPR: Kita Perlu Muhasabah

Patahan itu dapat diikuti dengan jelas hingga Lombok. Di utara Bali, deformasi melemah atau tidak sekuat di bagian Lombok.

“Kebetulan pada tahun 1981saya ikut Ekspedisi Marine Geology – Rama 12 yang memetakan patahan ini. Ekspedisi dengan menggunakan kapal riset R/V Thomas Washington ini dipimpin oleh Prof. Eli Silver dari University of California Santa Cruz,” ungkapnya.

Masih penjelasannya, data gempa, baik lokasi gempa maupun focal mechanism (mekanisme pusat gempa) kedua gempa jelas berhubungan dengan keberadaan Flores Thrust.

Lantas apa yang penting (harus) dilakukan?

“Sejatinya baru Sumatera yang kita ketahui tentang kegempaannya. Selebihnya tak banyak kita ketahui. Jawa pun hanya sedikit yang kita ketahui. Saya kira kita perlu mempelajari deformasi yang terjadi di sepanjang Flores Thrust,” ujarnya.

Baca: Runtuhnya ‘Giri Suci’ di Rinjani

Masalahnya, kata Hery, letaknya ada di bawah laut. Apa boleh buat. “Kita perlu memetakan patahan itu lebih detil.”

Untuk itu, perlu membuat jaringan (temporary) OBS (Ocean Bottom Seismograph) guna memetakan pola gempa, dan tentu saja kapal riset untuk memetakan anatomi patahan.

“Studi deformasi dengan menggunakan GPS amat perlu. Kita beruntung ada beberapa pulau di utara NTB dan NTT yang memungkin kita menempatkan GPS,” terangnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balibencanabencana alamFloresFlores Thrustgempagempa bumigempa Lombokgempa NTBgeologigunung apiIlmu bumiindonesiaKapus Puslit Geoteknologi LIPILembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaLIPI Hery HarjonoLombokNTBpatahan bumipatahan Florespenelitipenelitian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Gaza Gelar Shalat Gaib untuk Korban Gempa NTB
Tulisan selanjutnya “Diam” Sumber Keselamatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?