Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ledakan Gangguan ‘Tic’ dan Sindrom Tourette Landa Remaja Inggris selama Pandemi

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Maret 2021 09:46 9:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Maret 2021 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidatayatullah.com–Sejumlah dokter di Inggris pada hari Ahad mengatakan semakin banyak gadis remaja di negara tersebut yang mengalami gangguan tic dan sindrom tourette selama karantina wilayah (lockdown) Covid-19 yang masih berlangsung. Mereka meyakini pemicunya adalah kecemasan di tengah lockdown.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Ahad di jurnal Archives of Disease in Childhood, para psikiater melaporkan “ledakan kasus tic“. Kasus tic diyakini dipicu oleh stres dan kecemasan, dengan banyak orang mengunggah masalah tic di platform media sosial seperti TikTok.

Beberapa rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Great Ormond Street dan Rumah Sakit Anak Evelina London, mencatat lonjakan rujukan sejak pandemi mulai merebak, terutama pada remaja perempuan.

“Lonjakan rujukan baru ini terdiri dari para remaja perempuan dengan serangan tic motorik dan fonis mendadak yang bersifat kompleks dan tidak wajar,” tulis para dokter tersebut. “Jika terus berlanjut, ini dapat mencapai 150 hingga 200 kasus per tahun, membuat angka rujukan menjadi dua kali lipat,” tulisnya dikutip laman Antara dari Xinhua.

Anne Longfield, dalam pidato terakhirnya sebagai komisaris urusan anak-anak di Inggris bulan lalu, memperingatkan bahwa “tidak mungkin melebih-lebihkan” betapa buruknya situasi tahun lalu.  Sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Inggris, para dokter anak dan praktisi kesehatan mental anak telah memperhatikan peningkatan gejala tic pada beberapa anak dan remaja yang didiagnosis menderita gangguan tic.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Saat ini, Inggris memberlakukan lockdown nasional ketiga sejak pandemi merebak di negara tersebut. Langkah pembatasan serupa juga diterapkan di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Demi mengembalikan kehidupan ke keadaan normal, negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin virus corona. Tic merupakan gerakan otot yang cepat dan berulang yang mengakibatkan sentakan atau suara tubuh secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan.

Gangguan tersebut cukup umum terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya pertama kali muncul pada usia sekitar lima tahun. Terkadang, penyakit itu juga dapat mulai terjadi semasa dewasa.

Tic tidak bersifat serius dan biasanya membaik seiring waktu. Namun, penyakit tersebut dapat membuat frustrasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kasus ticKecemasanremaja InggrisTourette
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Muslim Masjid Pertama Komunitas Muslim Rayakan Peletakan Batu Pertama Masjid Pertama di Mukilteo, Washington
Tulisan selanjutnya Dalam Islam, Tiada Sukses Tanpa Ujian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

Berita
1 Oktober 2026 12:29
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?