Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar: Ada Upaya Disinformasi, Buzzer Berbahaya Bagi Demokrasi

Bambang S
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2021 06:06 6:06 am
Bambang S
Dipublikasikan 30 September 2021 21:08
Bagikan
buzzer
Pendiri drone emprit Dr Ismail Fahmi
Bagikan

Hidayatullah.com — Pendiri Drone Emprit sekaligus analis media sosial Ismail Fahmi menyebut bahwa fenomena pendengung (buzzer) di Indonesia belakangan telah berubah menjadi profesi. Hal itu ia sampaikan saat mengisi forum webinar bertajuk “Fenomena Buzzer dan Akun Bot di Tengah Proses Demokratisasi Indonesia”.

Melansir laman resmi Muhammadiyah.or.id, Kamis (30/09/2021), Fahmi membawakan data riset yang telah dilakukan sejak tahun 2014.

Di forum itu Fahmi menyatakan jika umumnya buzzer digunakan oleh para aktor politik untuk memanipulasi atau mempersuasi masyarakat awam, kini fenomena buzzer muncul dalam berbagai isu di luar politik. “Sekarang tiap bahas pinjol (pinjaman online), itu ada buzzernya,” kata Fahmi memberi contoh.

Para buzzer sendiri menurut Fahmi sebagian besar adalah otomatisasi dari algoritma komputer. Tetapi, mereka juga memiliki tokoh-tokoh utama yang tampil sebagai influencer atau pengangkut opini yang kemudian disebar oleh akun bot secara terkoordinir.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan bahaya buzzer selain memanipulasi nilai kebenaran menjadi sesuatu yang subjektif adalah pola yang digunakan untuk menghajar sasaran mereka lewat trolling (pelecehan), kampanye hitam, hingga mempolarisasi masyarakat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam konteks politik di Indonesia, jasa buzzer telah digunakan oleh setiap pihak politik. Kedua-duanya menggunakan cara yang sama berbahayanya bagi kesehatan demokrasi.

“Kesimpulannya, ada upaya disinforrmasi yang itu sudah diindustrialisasikan dan semakin lama semakin profesional,” ungkap Fahmi.

Dengan begitu, Fahmi berharap pemerintah meningkatkan perangkat hukum yang memadai untuk menangkal fenomena pendengung. UU ITE hingga metode internet throttling (pembatasan akses) menurutnya belum sepenuhnya efektif.

Kepada masyarakat, Fahmi menyarankan agar usaha literasi diperkuat, baik melalui peningkatan riset, multi fact checking, ekspos kepada publik, hingga edukasi sebagai bentuk mementahkan fitnah yang diakibatkan.

“Ini masalah internasional dan (pendengung) sudah jadi industri dengan cara yang makin efektif,” tukasnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buzzerdemokrasiDrone EmpritIsmail FahmiMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bendera setengah tiang Instruksi Kemendikbud: 30 September Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Besok Satu Tiang Penuh
Tulisan selanjutnya nenek palestina Usia 85 Tak Hentikan Nenek Palestina ini Raih Gelar Sarjana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?