Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KajianRamadhan

Puasa dan Fitrah Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2023 15:06 3:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2023 14:51
Bagikan
Bagikan

Puasa bukan sekedar riyadhah (latihan), akan tetapi jihad (perang), perang melakukan pembebasan jiwa dengan cara mengendalikan anggota tubuh manusia

Oleh: Dr. Kholili Hasib

Hidayatullah.com | SEGALA jenis peribadatan (ubudiyah) sejatinya tidak lain bentuk khidmah seorang hamba (‘abd) kepada Allah Swt.

Manusia dalam pandangan agama Islam disebut ‘abd (hamba), yaitu istilah yang menunjukkan statusnya, keharusan tunduk kepada Tuhan. Karena Allah Swt adalah Tuhan Pemilik apa yang ada di alam. 

Termasuk ‘abd itu adalah milik Tuhan. Maka, kewajiban-kewajiban yang ditunaikan oleh ‘abd adalah khidmat. Sebagaimana seorang budak/hamba sahaya yang berkewajiban melayani tuannya.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Oleh sebab itu, seorang ‘abd harus menyadari sepenuhnya tentang status dirinya ini.  Seorang ‘abd tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan.

Tetapi memiliki pertalian dengan sifat ketuhanan. Salah satu syarat seorang ‘abd untuk memiliki kesadaran yang sempurna adalah ia harus bersifat shidiq  (sungguh-sungguh).

Shidiq  itu tidak ada syak dan rayb (keraguan) dalam melaksanakan khidmat. Pengkhidmatan kepada Allah Swt hamba yang shidiq  tidak dipengaruhi oleh manusia lain atau alam.

Maka, ia tidak peduli celaan dan pujian manusia. Tidak terpikat oleh keindahan dunia. Hidup semata-mata berkhidmat.

Tetapi godaan paling sulit dalam berkhidmat secara shiddiq itu berasal dari jiwa manusia itu sendiri. Biang semua jenis kerusakan manusia itu tidak lain adalah hawa nafsu.

Syahwat sesungguhnya salah satu sifat basyariyah manusia. Justru syahwat diperlukan oleh manusia.

Syahwat  tidaklah dicela oleh agama, tetapi yang tercela adalah syahwat berlebihan melampaui batas. Syahwat yang melampaui batas itu oleh Imam al-Ghazali disebut hawa.

Secara umum, dalam diri manusia terdapat dua sifat yang menjadi quwwah (potensi) jiwa. Pertama, potensi natiqah (berakal) dan kedua, potensi hewani. Dua potensi ini selalu bersaing untuk saling menguasai. Syahwat dinamakan hawa ketika potensi hewani berhasil menguasai potensi natiqah-nya.

Kesenangan (sa’adah) potensi hewani adalah makan, minum, istirahat, dan seks. Maka, ada syahwat makan, syahwat minum dan syahwat seks.

Kesesangan dan syahwat ini merupakan sifat basyariyah  manusia. Maka, agar kesenangan itu tidak menjadi hawa, maka syahwat itu harus dikendalikan.

Pengkhidmatan secara shiddiq memiliki pertalian erat dengan pengendalian potensi natiqah atas potensi hewani. Semua bentuk khidmat  – yang dilakukan secara shiddiq – tidak lain agar potensi ini senantiasa di bawah kendali potensi natiqah.

Semua ubudiyah seorang ‘abd dilakukan secara ikhlas apabila syahwat itu dalam kendali penuh potensi natiqah. Akan tetapi, pengendalian potensi natiqah atas potensi hewani itu memerlukan latihan, istilahnya riyadhatu an-nafs (oleh jiwa).

Salah satu jenis ibadah yang cukup lengkap mendidik jiwa dengan riyadhah, melatih syahwatnya adalah ibadah puasa. Secara bahasa, shoum (puasa) bermakna kaffu (menahan).

Secara istilah ibadah puasa itu mengandung fungsi yang strategis bagi jiwa. Kaffu itu berarti memiliki fungsi pengendalian atau pembebasan.

Jiwa yang baik adalah jiwa yang telah menjalani pembebasan dari sifat-sifat buruk hewani.  Imam al-Ghazali menjelaskan filosofi hakikat puasa, yaitu menahan perut, kelamin, mulut, telinga, tangan, mata, kali dan seluruh anggota tubuh.

Jadi bukan hanya menahan perut dan kelamin saja. Semua anggota tubuh dibebaskan dari hawa yang dikendalikan oleh potensi hewani itu dengan cara puasa.

Maka, kita harus memahami bahwa puasa bukan sekedar riyadhah (latihan), akan tetapi jihad (perang). Peperangan untuk melakukan pembebasan jiwa dengan cara mengendalikan anggota tubuh manusia. Maka, disinilah ada pertalian erat antara dzahir dan batin manusia.

Batin manusia (yaitu jiwa) dapat dibebaskan setelah dzahir manusia itu dikendalikan dengan baik. Ketika dzahir manusia di bawah kendali potensi natiqah maka batin manusia akan menjadi batin yang merdeka (bebas).

Dengan pemahaman ini, maka sejatinya orang beriman itu sejatinya orang yang bebas. Bukan orang yang terkekang atau terpenjara.

Sebaliknya orang kafir atau ahli maksiat sejatinya orang yang terpenjara, terkekang, dan tidak merdeka. Khidmat dengan bentuk-bentuk ubudiyah adalah kegiatan pembebasan. Bukan aktifitas yang terpenjara.

Maksiat dan inkar kepada hukum Tuhan justru merupakan kegiatan yang tidak bebas menjadikan jiwanya dipenjara.

Bagi orang kafir atau ahli maksiat, pengkhidmatan seorang ‘abd adalah kegiatan yang tidak bebas. Logika ini justru sesat.

Karena, pengkhidmatan itu bebas dari pengaruh kekuatan hawa nafsu.Sedangkan kekufuran dan kemaksiatan itu sedang dalam dekapan hawa nafsu.

Dalam kekufuran jiwa manusia dilarang-larang untuk tidak beribadah, dilarang untuk berakhlak mulya. Jadi dalam kekufuran banyak sekali larangan-larangan. Ironinya, larangan-larangan itu menyeret manusia menjadi berjiwa hewan.

Supaya manusia itu tidak berjiwa hewan, maka ia harus berjihad dan berriyadhah. Puasa ini membunuh sifat-sifat liar hewani penuh hawa, mencabut sifat-sifat buruk manusia agar jiwanya sadar hakikat dirinya yang suci yang pernah berjanji di “alam alastu” untuk beriman kepada Allah Swt.

Sebagaimana firman Allah Swt:

وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (QS: Al-A’raf: 172).

Puasa bisa bermakna melatih hamba untuk menjadi yang fitri, yaitu jiwa yang mentaati undang-undang Allah Swt sesuai dengan tujuan dasar penciptaan manusia di muka bumi. Fitrah manusia bermakna sifat yang merujuk kepada perilaku yang bersesuaian dengan tujuan penciptaan.

Jiwa dan pikiran yang Islami -yaitu yang bersih- selalu patuh dan tunduk kepada syariat Allah Swt, beradab, bermoral dan terbebas dari kekuasaan nafsu untuk membenci agama. Jiwa dan pikiran yang patuh kepada-Nya terisi nilai-nilai suci, tiada nilai lain kecuali nilai Islam dan kebenaran.

Jika seorang ‘abd percaya bahwa Allah Swt itu wujud, maka sangat mungkin ia percaya bahwa di sana ada arti dan tujuan hidup. Jika ia konsisten, ia akan percaya bahwa sumber nilai moral bukanlah berdasarkan kesepakatan manusia tapi merujuk kepada kehendak Allah Swt dan Allah merupakan nilai tertinggi.

Karena itu, ia menjadi orang yang bertakwa dengan sebenarnya. Dalam al-Qur’an, manusia bertakwa itu manusia yang paling mulia (QS. 49:13).  Jadi, orang bertakwa itu adalah orang mukmin yang kondisi pikiran dan jiwanya merasakan kehadiran Allah Swt di mana saja ia berada. Wallahu a’lam bisshowab.*

Penulis adalah dosen UII Dalwa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fitrahHeadlinePilihan RedaksiPuasaRamadhanRamadhan 2023
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beda Mazhab dan Sekte: Gagasan KH Abdullah bin Nuh
Tulisan selanjutnya mudik lebaran 2022 Puncak Arus Mudik Lebaran 2023 Diprediksi Terjadi pada 18-21 April

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?