Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gereja Prancis Buka Lebih Awal Arsip Kejahatan Seksual Pendeta Ternama Abbé Pierre

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 September 2024 17:29 5:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2024 17:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Konferensi Uskup Prancis (CEF), hari Kamis (12/9/2024), mengumumkan bahwa mereka akan mempublikasikan lebih awal arsip tentang pendeta Abbé Pierre tanpa harus menunggu 75 tahun setelah kematiannya.

Pendeta tersebut, yang meninggal dunia pada tahun 2007, dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap banyak wanita.

Menurut tradisi, Gereja seharusnya baru akan membuka catatan tentang Abbé Pierre sampai tahun 2082. Namun, CEF memutuskan untuk membukanya lebih awal kepada para aparat untuk kepentingan penyelidikan, kepada jurnaslis dan peneliti, terutama para pakar independen yang ditugaskan oleh Emmaus – organisasi amal yang didirikan Abbé Pierre –  untuk menyelidiki bagaimana dugaan pelecehan yang dilakukan pendirinya tidak dilaporkan selama lebih dari 50 tahun. 

Arsip tersebut terdiri dari “berkas yang cukup tipis” dengan “beberapa surat” yang menunjukkan bahwa Kantor Pusat Kardinal pada saat itu “mencatat perilaku” pastor Abbé Pierre, kata kepala CEF Eric de Moulins-Beaufort kepada radio-radio Katolik seperti dilansir RFI Kamis (12/9/2024).

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap perilaku bejat Abbé Pierre sudah muncul sejak tahun 1950-an, ketika “Gereja berusaha membantunya dengan memberlakukan masa perawatan psikiatris di Swiss” dan menugaskan seorang pekerja gereja untuk menemaninya, kata Eric de Moulins-Beaufort dalam siaran radio RCF dan Radio Notre-Dame.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Tampaknya, Abbé Pierre selalu berhasil memgelak dari masalah ini. Namun, saya tidak akan mengatakan bahwa gereja tidak melakukan apa pun,” kata de Moulins-Beaufort.

Mengenai seberapa banyak hal yang diketahui oleh kalangan di dalam Gereja, dia mengatakan dia “tidak dapat mengatakan” siapa yang mengetahui apa.

“Beberapa uskup pastinya mengetahui sejumlah fakta, tapi fakta yang mana tepatnya?” katanya. “Sebuah penyelidikan historis akan diperlukan untuk mengungkapnya, dan saya sangat mendukung penyelidikan yang baru saja dimulai oleh Emmaus.”

De Moulins-Beaufort menegaskan bahwa Abbé Pierre “tidak hidup dalam kerangka gerejawi”, melainkan bersama dengan Emmaus – yang berarti bahwa organisasi itu yang menyimpan sebagian besar catatan yang masih ada tentang dirinya. 

“Hal yang terpenting, melalui inilah kita harus berusaha untuk memahaminya,” kata de Moulins-Beaufort.

Dilahirkan pada tahun 1912, Abbé Pierre sejak lama dipuji-puji sebagai pahlawan di Prancis atas dedikasinya terhadap kaum miskin.

Dia mendirikan komunitas Emmaus pertama untuk membantu para tunawisma di Paris pada tahun 1949. Namanya semakin dikenal masyarakat luas ketika, di musim dingin yang sangat dingin tahun 1954, dia berpidato mengimbau seluruh masyarakat Prancis supaya mengingat kaum papa.

Tahun lalu dia menjadi subyek film biografi penuh sanjungan dalam rangka peringatan 70 tahun pidatonya yang terkenal itu.

Namun pada bulan Juli, Emmaus mengungkap perihal sejumlah tuduhan serangan seksual Abbé Pierre terhadap tujuh wanita kepada media.

Kesaksian-kesaksian lain bermunculan lebih banyak pekan lalu, termasuk tuduhan pemerkosaan dan pencabulan terhadap seorang gadis muda.

Emmaus kemudian menugaskan sebuah komisi independen untuk “menjelaskan disfungsi-disfungsi” yang memungkinkan Abbé Pierre bebas melakukan kejahatan seksual selama lebih 50 tahun. Komisi itu juga diberi tugas untuk mencari cara bagaimana memberikan kompensasi kepada para korban

Sementara itu, lembaga amal Abbé Pierre Foundation dikabarkan akan mengubah namanya, dan sebuah bangunan memorial di Normandy, tempat di mana pendeta itu pernah tinggal selama bertahun-tahun, akan ditutup permanen.

Dewan pengurus Emmaus Prancis juga akan mengambil keputusan lewat pemungutan suara tentang penghapusan nama pendirinya Abbé Pierre dari logonya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abbé PierreEmmausgerejapendetaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Matt Nelson aktivis anti-perang yang bakar diri di depan konsulat 'Israel' Protes Genosida Palestina, Aktivis Anti-Perang AS Bakar Diri di Depan Konsulat ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Sejarah Industri Kertas dalam Peradaban Islam Sejarah Awal Industri Kertas di Peradaban Islam dan Pengaruhnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?