Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Sejarah Awal Industri Kertas di Peradaban Islam dan Pengaruhnya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 September 2024 17:10 5:10 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 September 2024 18:00
Bagikan
Sejarah Industri Kertas dalam Peradaban Islam
Bagikan

Kertas, pada awalnya, diperkenalkan kepada peradaban Islam oleh China. Berasal dari sebuah seni, umat Islam mengembangkan kertas menjadi sebuah industri besar.

Pabrik-pabrik kertas berkembang di seluruh Dunia Muslim. Dampak dari pembuatan kertas oleh kaum Muslim membuka jalan bagi revolusi percetakan.

Diyakini bahwa rahasia pembuatan kertas China diteruskan kepada orang-orang Islam di Baghdad sekitar tahun 751.

Hal ini terjadi setelah pertempuran Tallas (751) yang terjadi antara China dan Muslim, ketika para tawanan China mengungkapkan rahasia pembuatan kertas kepada kaum Muslim.

Kaum Muslim menggunakan linen sebagai pengganti kulit kayu murbei, yang digunakan oleh orang China. Linen dihancurkan, direndam dengan air, dan dibuat untuk direbus.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Linen yang telah direbus kemudian dibersihkan dari residu alkali dan sebagian besar kotoran, dan kemudian kain tersebut dipukul-pukul hingga menjadi bubur kertas dengan menggunakan palu, sebuah metode maserasi umat Islam yang lebih baik daripada milik China.

[Perron, Nicolas.] Al-Azhar al-badi’a fi ‘ilm al-tabi’a. Diterjemahkan oleh Yuhanna ‘Anturi. Bulaq, 1254 [1838]

Banyak pabrik kertas dibangun di Baghdad, dan dari sana, industri ini menyebar ke berbagai penjuru dunia. Pabrik-pabrik kertas yang dibangun di Damaskus merupakan sumber utama pasokan ke Eropa, di mana seiring dengan meningkatnya produksi, kertas menjadi lebih murah dan lebih banyak tersedia, serta berkualitas lebih baik.

Teknologi pembuatan kertas yang pertama kali berkembang di Irak, Suriah dan Palestina, menyebar ke Barat. Pabrik kertas pertama di Afrika dibangun di Mesir sekitar tahun 850.

Pabrik kertas dibangun di Maroko yang kemudian menyebar ke Spanyol pada tahun 950. Pusat fabrikasi di sana adalah Xatiba. Dari Spanyol dan Sisilia, pembuatan kertas menyebar ke orang-orang Kristen di Spanyol dan Italia.

Baca juga: Pakar Sejarah: Bangsa Viking Berusaha Meniru Koin Dinar dari Masa Peradaban Islam

Dua halaman folio (239b – 241b) dari manuskrip Or. 298 di Perpustakaan Universitas Leiden, yang mungkin merupakan manuskrip Arab tertua yang diketahui di atas kertas (bertarikh Dzulqada 252 (866 M). Bahasa Arab, kertas, 241 dst., aksara tegak (dengan aplikasi ihmal), dijilid dengan jilid standar berbahan kulit. Jilid ini berisi salinan tidak lengkap dari Gharib al-Hadis, karya AbuUbayd al-Qasim bin Sallam al-Baghdadi (w. 223 H/837 M)

Referensi tertulis pertama tentang kertas di Barat Kristen tampaknya ada dalam karya Theophilus Presbyter yang menggunakan nama samaran, “The Art of the Painter” (paruh pertama abad ke-12). Pada tahun 1293, pabrik kertas pertama di Bologna didirikan.

Penggunaan kertas pertama kali di Inggris adalah pada tahun 1309, kemudian di Jerman pada akhir abad ke-14; meskipun, hingga akhir Abad Pertengahan, pusat-pusat pembuatan kertas yang paling penting berada di Italia Utara.

Buku menarik lainnya yang diterbitkan oleh Ibrahim Muteferrika Press, adalah sejarah penemuan Amerika. Dicetak pada awal April 1730, buku ini merupakan buku cetak Islam pertama yang memiliki ilustrasi gambar.

Berdasarkan sebagian dari sumber-sumber Latin, History of the West Indies berisi sebuah pengantar tentang pandangan geografis para penulis kuno -yang menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang Dunia Baru- dan kemudian memberikan catatan tentang penemuan-penemuan Spanyol, termasuk kisah-kisah luar biasa tentang flora dan fauna di Dunia Baru, yang diilustrasikan dengan 13 cetakan dan empat peta, yang diukir oleh Ibrahim.

Tentu saja, kertas tampak biasa saja saat ini, tetapi penggunaannya sangat penting bagi peradaban modern. Dengan memanfaatkan bahan baru ini, kertas, dan memproduksinya dalam skala besar, merancang metode baru untuk produksinya, dalam kata-kata Pedersen: kaum Muslim: “mencapai suatu prestasi yang sangat penting, tidak hanya bagi sejarah buku Islam, tetapi juga bagi seluruh dunia buku.

Dampak yang menentukan dari industri pembuatan kertas oleh kaum Muslimin adalah, secara langsung dan jelas, membawa revolusi dalam mempersiapkan jalan bagi penemuan percetakan.*

Baca juga: Sejarah Catur dalam Peradaban Islam

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kertasPembuatan Kertasperadaban Islampercetakansejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Prancis Buka Lebih Awal Arsip Kejahatan Seksual Pendeta Ternama Abbé Pierre
Tulisan selanjutnya Salah Kibarkan Bendera, Empat Warga Tunisia Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?