Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Muhammadiyah dan Akademisi Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 November 2025 11:09 11:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 November 2025 11:08
Bagikan
pasca Soeharto menunaikan ibadah haji, barulah umat Islam mendapat tempat
Bagikan

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan dukungan terhadap pengangkatan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan ini disampaikan dengan alasan jasa besar Soeharto terhadap perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengatakan Soeharto merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang layak memperoleh penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya, baik selama masa revolusi maupun kepemimpinan nasional.

“Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa kepada Republik Indonesia, sejak masa revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan,” kata Dadang dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dadang menuturkan, Soeharto terlibat dalam perang gerilya dan memainkan peran penting dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi momentum strategis bagi pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

Selain itu, kepemimpinannya sebagai presiden juga berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Prestasi lain termasuk swasembada beras pada dekade 1980-an, program Keluarga Berencana (KB), serta stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan yang relatif terjaga.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

“Kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apapun, kecuali kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari kekurangan dan kesalahan seseorang,” tambah Dadang.

Syarat Pahlawan

Selain dukungan Muhammadiyah, sejumlah akademisi juga menilai Soeharto memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional. Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Marsuki, mengatakan Soeharto merupakan putra terbaik bangsa yang telah memimpin Indonesia hampir 30 tahun dan berkontribusi besar terhadap pembangunan dan perekonomian.

“Selama lebih dari 30 tahun memimpin, dengan berbagai pembangunan yang dilakukan, beliau sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujarnya.

Menurut Marsuki, masa kepemimpinan Soeharto ditandai stabilitas ekonomi nasional, inflasi terkendali, dan pertumbuhan yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di Asia Tenggara.

Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Agus Suwignyo, menambahkan bahwa Soeharto juga memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai pahlawan nasional sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012.

Beberapa persyaratan tersebut meliputi kontribusi nyata sebagai pemimpin atau pejuang serta tidak pernah mengkhianati bangsa. “Kalau melihat kriteria dan persyaratan sebagai pahlawan nasional, nama Soeharto memang memenuhi kriteria tersebut. Namun tidak bisa juga mengabaikan fakta sejarah dan kontroversinya di tahun 1965,” kata Agus.

Agus menekankan, sepanjang meniti karir militer, Soeharto pernah bergabung dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berhasil merebut Kota Yogyakarta dari penjajah Belanda dan naik menjadi Panglima Komando Mandala dalam operasi pembebasan Irian Barat tahun 1962. Peran ini menunjukkan kontribusi besar Soeharto dalam perjuangan kemerdekaan.

“Cara pandang sejarah terhadap Soeharto ini tidak bisa hitam putih. Sebagai pahlawan nasional, tidak bisa mengabaikan fakta sejarah. Tapi tidak bisa juga mengabaikan kontribusinya dalam kemerdekaan,” katanya.

Usulan resmi pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional bermula dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang menilai Soeharto telah memenuhi syarat akademik dan historis.

Fadli mengatakan, persyaratan tersebut meliputi latar belakang, riwayat hidup, kontribusi terhadap bangsa, dan telah diuji secara ilmiah. “Memenuhi syarat, termasuk Presiden Soeharto, itu sudah tiga kali bahkan diusulkan, ya. Juga beberapa nama lain ada yang dari 2011, 2015 dan semuanya memenuhi syarat,” ujar Fadli, yang juga Ketua Dewan GTK, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Rabu (5/11/2025).

Menurut Fadli, masyarakat menilai Soeharto layak menyandang gelar pahlawan nasional karena jasa-jasanya, mulai dari memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 melawan penjajah Belanda hingga pembangunan nasional yang berkesinambungan.

Usulan ini disampaikan secara berjenjang dari tingkat kota/kabupaten hingga pusat, dengan dukungan berbagai tokoh, akademisi, sejarawan, dan tokoh agama.

Tahun ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengajukan 40 nama tokoh nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk dipertimbangkan menjadi pahlawan nasional.

Di tempat berbeda, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungannya terhadap wacana pengusulan Presiden ke-2 Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Kamis (6/11/2025).

Ia menilai penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pemimpin, sembari mengingatkan bahwa setiap tokoh memiliki kelebihan dan kekurangan. Terkait pro-kontra pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional,

Dengan dukungan dari PP Muhammadiyah dan sejumlah akademisi, upaya pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional kini semakin mendapat sorotan publik, meski kontroversi seputar kepemimpinan dan sejarahnya tetap menjadi catatan penting.

Selain Soeharto, sejumlah tokoh lain yang diusulkan antara lain Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Ali Sadikin, KH Bisri Syansuri, Syaikhona Kholil Bangkalan, serta Prof. Mochtar Kusumaatmadja.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akademisiHeadlineHM SoehartoPahlawan NasionalPP MuhammadiyahPresiden Soeharto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kazakhstan akan Gabung Perjanjian Abraham, Sudah Dukung ‘Israel’ Sejak 1992
Tulisan selanjutnya PBNU Dukung Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Nilai Tidak Ada Tokoh yang Sempurna

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS

Berita
22 September 2026 12:57
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

26 September 2026 14:08
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

24 September 2026 16:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?