Hidayatullah.com – Kepala intelijen Turki, Ibrahim Kalin, menyatakan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan terwujud tanpa berakhirnya penjajahan ‘Israel’ dan isu Palestina.
“Tidak ada Palestina tanpa Gaza, dan tidak ada perdamaian di Timur Tengah tanpa adanya penyelesaian terkait masalah Palestina,” ujar pria yang juga pakar filosofi Islam itu dalam pidatonya di TRT World Forum 2026, Jumat (07/11/2026).
“Rakyat Palestina bukanlah masalahnya; masalahnya adalah pendudukan itu sendiri,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa “tanpa mengakhiri pendudukan, tidak akan ada solusi, perdamaian, maupun keadilan di Timur Tengah.”
Kalin menyatakan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Palestina, dan perjuangan Palestina melampaui sekadar persoalan wilayah, melainkan mencakup prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan yang lebih luas.
“Gaza adalah bagian dari Palestina, dan Palestina merupakan bagian dari perjuangan demi keadilan, martabat, serta kesetaraan bagi semua orang,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar soal sebidang tanah; ini juga menyangkut nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip moral,” tegas Kalin.
Dalam forum yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa perkembangan regional terkini menunjukkan bahwa sistem internasional saat ini telah “mengibarkan bendera putih tanda menyerah.” Ia menuding berbagai lembaga dunia hanya berdiam diri sementara kekerasan oleh Israel terus berlanjut di Gaza dan wilayah Tepi Barat yang diduduki.*




