Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengadilan Batalkan Larangan Polisi atas Acara Tahunan Pertemuan Muslim Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2026 17:42 5:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 April 2026 17:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan Tata Usaha Negara Paris mengeluarkan putusan yang menangguhkan larangan kepolisian atas penyelenggaraan sebuah acara pertemuan besar kaum Muslim di dekat ibu kota. Putusan itu dikeluarkan kurang dari dua jam sebelum acara dijadwalkan dibuka, sehingga penyelenggaraannya dapat tetap berlangsung.


Kepolisian Paris mengeluarkan larangan atas pertemuan tahunan yang digelar di sebelah utara dari ibu kota itu dengan alasan “risiko teroris besar” dan acara itu kemungkinan akan menjadi target kelompok-kelompok rasis sayap kanan.


The 40th Annual Gathering of the Muslims of France (RAMF) digelar di Le Bourget, tidak jauh dari Paris ke arah utara mulai dari hari Jumat 3 April sampai hari Senin 6 April.
Menyusul keputusan pengadilan hari Jumat itu, acara dibuka pada pukul 2 siang di Paris-Le Bourget Exhibition Centre.


Acara selama empat hari itu terdiri dari berbagai konferensi, pameran dan stand komersial yang ditujukan baginoara pemeluk Islam. Pihak penyelenggara memandangnya sebagai pertemuan Muslim terbesar di Eropa. Acara itu kembali digelar tahun ini setelah vakum selama lima tahun.


Dalam putusannya pengadilan mengatakan bahwa tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa acara itu akan mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri


Majelis hakim berpendapat tidak ada bukti bahwa acara itu akan menjadi target aksi protes kelompok rasis kanan-jauh atau kelompok kontranya.


Hakim juga menolak argumen bahwa situasi yang membutuhkan pengawalan besar kepolisian itu dapat dijadikan alasan untuk pelarangannya, menggarisbawahi bahwa pihak penyelenggara sudah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk acara tersebut.
“Pelaksanaan kebebasan berekspresi merupakan syarat dari demokrasi,” tegas pengadilan.


Larangan diberlakukan atas permintaan pihak Kementerian Dalam Negeri pada hari Kamis, dengan alasan acara itu berpotensi mengundang serangan terorisme yang meresahkan masyarakat.


Dalam wawancara dengan koran Le Parisien yang diterbitkan hari Kamis (2/4/2026), Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan pihak penyelenggara Musulmans de France (MF) memiliki keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin, meskipun hal ini tidak disebutkan di dalam alasan pelarangan.


Makhlouf Mameche, pimpinan Musulmans de France (MF), mengatakan menggugat keputusan kepolisian itu lewat prosedur darurat ke Pengadilan Tata Usaha Negara Paris.


Pengacara MF, Sefen Guez Guez, hari Jumat di persidangan mengatakan bahwa larangan itu merupakan “pelanggaran nyata atas hak kebebasan untuk berkumpul “, seraya menambahkan bahwa larangan itu juga merupakan bagian dari agenda politik dan tergolong sebagai penyalahgunaan kekuasaan.


Setelah pengadilan membatalkan larangan itu, Guez Guez menyebut keputusan itu sebagai kemenangan bagi supremasi hukum. Dia mengatakan bahwa mengizinkan pertemuan itu untuk tetap berlangsung merupakan “keputusan dengan tujuan meredakan ketegangan”.
Olivier Faure, pemimpin Partai Sosialis, tidak setuju dengan larangan tersebut.


“Keputusan yang tepat adalah mengamankan area tersebut, bukan melarang acara yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim ini,” tulis Faure di X. “Perintah (larangan) ini melanggengkan standar ganda, yang tidak dapat diterima di sebuah republik sekuler.”


Namun, Imam Prancis Hassen Chalghoumi – yang dikenal dekat dengan kelompok-kelompok Yahudi sehingga dijuluki oleh sebagian kalangan sebagai ‘imamnya orang Yahudi’ – justru mengucapkan terima kasih kepada Nuñez atas larangan tersebut.


Menanggapi Faure, Chalghoumi menulis, “Ini bukanlah demonstrasi oleh komunitas Muslim, melainkan mobilisasi yang dipimpin oleh gerakan Ikhwanul Muslimin, yang anti-republik, separatis, dan pada dasarnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Republik.”


Menurut data resmi, sekitar 1.700 reservasi telah dibuat untuk acara itu, dengan tambahan beberapa ribu orang diperkirakan akan mengunjungi acara itu setiap harinya.


Pertemuan itu sebelumnya menarik kedatangan banyak orang, puncaknya sekitar 170.000 pengunjung pada 2013, menurut data panitia penyelenggara.
Kasus ini muncul di saat pemerintah Prancis sedang mempersiapkan RUU guna menangkal elemen-elemen Islam radikal menyusup ke dalam kelompok-kelompok Muslim.


RUU itu akan dipresentasikan di rapat kabinet Presiden Emmanuel Macron pada akhir April, kata Kementerian Dalam Negeri kepada AFP, mengkonformasi laporan koran Le Parisien.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bermaksud Bunuh Pemimpin Hizbullah IDF Justru Tewaskan Politisi Kristen Anti Hizbullah
Tulisan selanjutnya Surga dalam Al-Qur’an: Lanskap Kehidupan, Bukan Kota Futuristik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Berita
27 September 2026 05:06
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Terbaru

  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?