Hidayatullah.com– Upaya tentara Zionis Israel IDF untuk membunuh seorang pemimpin senior Hizbullah pada hari Ahad (5/4/2026) justru menewaskan seorang tokoh politisi Kristen yang dikenal sebagai penentang kuat Hizbullah.
Kepada BBC, Israel Defense Forces (IDF) mengakui bahwa serangannya gagal membunuh target yang dimaksud dan pihaknya “menyesali” jatuhnya korban sipil.
Lebanese Forces Party, yang berlatar belakang Kristen, mengatakan bahwa serangan IDF atas sebuah blok apartemen telah menewaskan tokoh senior mereka Pierre Mouawad dan istrinya Flavia.
Blok apartemen itu terletak di Ain Saadeh, kota kecil di timur Beirut yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan IDF menewaskan seorang pria dan dua wanita.
Wali kota setempat mengatakan para korban tinggal di satu lantai di bawah apartemen yang merupakan target sesungguhnya.
Lebanese Forces Party mengatakan Pierre Mouawad “bukan seorang petempur, bukan pula target militer” dan bahwa ia merayakan Paskah di rumah bersama keluarganya sebelum serangan itu terjadi.
Partai tersebut mengutuk Hezbullah dan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah akibat dari konfrontasi bersenjata mereka dengan IDF yang melebar ke lingkungan perumahan.*




