Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2026 17:14 5:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2026 17:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, mendorong pembentukan ASEAN Halal Council sebagai langkah memperkuat integrasi ekosistem halal dan perdagangan produk halal di kawasan Asia Tenggara.

Daftar isi
  • Perkuat Kerja Sama Malaysia-Indonesia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dorongan tersebut disampaikan Ahmad Zahid saat membuka Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, 25 September 2026. Kegiatan ini sudah berlangsung tanggal 23 dan akan berakhir di 27 September.

Menurutnya, kerjasama halal ASEAN harus diarahkan pada langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha, terutama melalui pengurangan hambatan perdagangan, kemudahan akses pasar, dan peningkatan peluang ekspor.

“Kesuksesan harus diukur melalui hambatan yang lebih kecil, akses pasar yang lebih mudah, dan penerimaan perusahaan yang lebih banyak,” ujar Ahmad Zahid.

Ia mengungkapkan, Malaysia mengusulkan agar ASEAN Halal Council diluncurkan di Malaysia pada tahun depan. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pemerintah, otoritas halal, investor, dan pelaku industri untuk memperkuat koordinasi serta membangun rantai perdagangan halal kawasan.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Ahmad Zahid menilai negara-negara ASEAN memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan industri halal. Karena itu, kepercayaan dan standar halal yang telah dibangun perlu diterjemahkan menjadi kerja sama ekonomi, investasi, dan akses pasar yang lebih luas.

Perkuat Kerja Sama Malaysia-Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Zahid mengumumkan pembentukan Malaysia-Indonesia Halal Council sebagai bagian dari upaya memperkuat perdagangan halal bilateral.

Council tersebut dijadwalkan menggelar pertemuan pertama pada 26 Oktober dengan fokus pada fasilitasi dan penyederhanaan perdagangan halal antara Malaysia dan Indonesia.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Cooperation (MoC) yang telah ditandatangani kedua negara pada 2023. Ahmad Zahid mengatakan JAKIM dan otoritas halal Indonesia yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH. Keduanya telah melakukan negosiasi untuk mempermudah proses halal dan perdagangan kedua negara.

“Malaysia membawa pengalaman dan standar. Indonesia membawa kekuatan luar biasa, kapasitas produksi, dan kontribusi. Selain itu, di seluruh Asia, kemampuan kita bisa menjadi semakin kuat. Ini adalah tujuan diplomasi halal,” katanya.

Ahmad Zahid menegaskan, pengembangan industri halal tidak cukup hanya dengan membangun sertifikasi dan kepercayaan. Ekosistem tersebut harus mampu membuka peluang perdagangan dan investasi bagi pelaku usaha.
Ia menyebut ekspor halal Malaysia telah mencapai sekitar RM68,52 miliar dan menargetkan peningkatan hingga RM80 miliar pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, Malaysia perlu memperkuat kapasitas produksi, pembiayaan, logistik, teknologi, dan pemahaman pasar. Dukungan juga perlu diberikan kepada perusahaan kecil agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Negara-negara membutuhkan produksi yang konsisten, produk yang sesuai, modal yang bekerja, logistik yang andal, dan pemahaman pasar,” ujarnya.

Menurut Ahmad Zahid, MIHAS menjadi salah satu platform penting untuk mempertemukan pelaku industri dengan mitra dan pasar internasional. Melalui forum tersebut, Malaysia ingin memperkuat jaringan perdagangan halal sekaligus membangun kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN.

Ia menegaskan, masa depan ekonomi halal akan bergantung pada kemampuan negara-negara untuk menghubungkan kekuatan masing-masing dan mengubah kepercayaan yang telah dibangun menjadi peluang ekonomi yang nyata.

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekosistem Halalhalal lifestyleMalaysiaMIHAS 2026produk halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Deras Merendam Bangkok
Tulisan selanjutnya Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

Berita
21 September 2026 16:08
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

24 September 2026 16:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?