Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2026 17:18 5:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2026 17:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Malaysia memperkenalkan Malaysia Halal Global Nexus (MHGN) sebagai strategi baru untuk memperluas pasar internasional, memperkuat jejaring pelaku industri, dan meningkatkan kepercayaan global terhadap produk serta layanan halal Malaysia.

Daftar isi
  • MIHAS Platform Perdagangan Global
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Inisiatif tersebut diperkenalkan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Senator Zulkifli bin Hasan, dalam pembukaan Global Halal Summit (GHaS) 2026 yang digelar bersamaan dengan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur, Jumat (25/09/2026).

Zulkifli mengatakan MHGN dikembangkan melalui kolaborasi Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE). JAKIM berperan dalam tata kelola dan standar halal, sementara MATRADE membawa keahlian dalam promosi perdagangan internasional.

Menurutnya, MHGN mengusung semangat “Connecting the Global Halal Ecosystem” dengan tujuan menghubungkan kekuatan ekosistem halal Malaysia dengan jaringan perdagangan global.

“Inisiatif baharu ini menuntut sokongan padu dan sinergi erat daripada semua kementerian, agensi serta pemain industri,” kata Zulkifli.

Baca Juga

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut diperlukan agar produk dan layanan halal Malaysia semakin mampu masuk dan bertahan dalam rantai pasok global secara berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Zulkifli menekankan bahwa halal tidak semata-mata berkaitan dengan standar, sertifikasi, maupun tradisi.

Menurutnya, fondasi utama ekosistem halal adalah nilai syariah, integritas, etika, dan tanggung jawab. Nilai tersebut menjadi dasar terbentuknya kepercayaan yang memungkinkan ekonomi halal berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

“Halal bukan hanya sebuah metode standar, sertifikasi, atau tradisi. Pada dasarnya adalah nilai syariah, integritas, etika, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan Malaysia membangun kepercayaan tersebut melalui sistem sertifikasi halal, pengakuan terhadap badan sertifikasi halal luar negeri, standar, kompetensi, serta tata kelola yang dinilai efektif.
Karena itu, Malaysia akan terus memperkuat ekosistem halalnya melalui standar yang terpercaya, inovasi, teknologi, dan kerja sama internasional strategis.

MIHAS Platform Perdagangan Global

MIHAS 2026 menjadi bagian penting dari agenda Malaysia untuk memperkuat posisi industri halal di pasar internasional. MIHAS tahun ini merupakan edisi ke-22 dan berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, 23–26 September 2026.

Penyelenggara menempatkan MIHAS sebagai platform perdagangan halal global yang mempertemukan pelaku industri, eksportir, pembeli internasional, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.

MIHAS 2026 mengusung tema “Shaping Trust, Driving Resilience” dan menargetkan lebih dari RM4,3 miliar nilai perdagangan, dengan lebih dari 1.700 stan serta 40.000 pengunjung perdagangan.

Zulkifli mengatakan momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama lintas negara. Menurutnya, kekuatan ekosistem halal global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing negara, tetapi juga oleh kemampuan untuk bergerak bersama, berbagi pengetahuan, memperkuat jaringan tata kelola, dan membangun kolaborasi baru.

“Marilah menjadikan GHaS 2026 lebih daripada sebuah platform, tetapi sebagai jalan strategis untuk tindakan,” katanya.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan solusi praktis dan kolaborasi yang dapat membentuk ekosistem halal global yang lebih dinamis, tangguh, dan berkelanjutan.

Dengan peluncuran MHGN, Malaysia menempatkan penguatan tata kelola halal, akses pasar, teknologi, dan jejaring internasional sebagai bagian dari strategi memperluas peran industri halalnya dalam rantai pasok global.

untuk diketahui, MIHAS 2026 diikuti sekitar 1.700 exhibitor dengan lebih dari 2.000 booth yang menampilkan beragam produk dan layanan dari industri halal. Ajang ini juga mempertemukan pelaku usaha dengan 450 buyer internasional dari 58 negara, memperluas peluang perdagangan dan jejaring bisnis halal lintas negara.

Antusiasme terhadap penyelenggaraan MIHAS 2026 turut terlihat dari jumlah kunjungan. Hingga hari kedua pelaksanaan, tercatat sekitar 30.000 pengunjung, dengan jumlah tersebut ditargetkan mencapai 50.000 pengunjung hingga berakhirnya rangkaian pameran.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekosistem Halalhalal lifestyleMalaysiaMIHAS 2026produk halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Berita
26 September 2026 14:08
KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

24 September 2026 16:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?