Hidayatullah.com— Orang Terkaya di Benua Afrika Aliko Dangote mengumumkan bahwa dia aka membantu pendanaan pembangunan jaringan pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti yang bernilai $660 juta.
Proyek ini akan mencakup jalur pipa sepanjang 120 km yang menghubungkan pelabuhan Damerjog di Djibouti ke fasilitas distribusi di Dewele, Ethiopia, serta kapasitas penyimpanan sekitar 400 juta liter.
Jaringan pipa itu diharapkan akan mulai beroperasi dalam waktu 18 bulan.
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan jaringan pipa tersebut akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut bahan bakar dari pelabuhan Djibouti ke ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, dari lima hari menjadi satu hari.
Fase pertama akan mengangkut produk-produk minyak bumi utama, seperti bahan bakar pesawat (avtur), solar dan bensin.
Berbicara pada upacara peletakan batu pertama, Dangote, yang merupakan miliarder berkewarganegaraan Nigeria, mengatakan proyek tersebut akan memperkuat keamanan energi Ethiopia dan membuat rantai pasokan bahan bakarnya lebih tangguh, lansir BBC Jumat (25/9/2026).
Ethiopia yang tidak memiliki garis pantai sangat bergantung pada pelabuhan Djibouti untuk impornya termasuk produk-produk minyak. Infrastruktur baru ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada sistem transportasi yang ada yang mendukung berbagai industri, termasuk transportasi, penerbangan, pertanian dan konstruksi.
Djibouti juga berharap akan mendapat manfaat dari peningkatan aktivitas pelabuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan negara yang lebih tinggi.
Proyek ini merupakan bagian dari ekspansi yang lebih luas oleh Dangote di bidang infrastruktur dan bisnis manufaktur di seluruh Afrika.
Dangote Cement, yang menjadikannya miliarder, memiliki kapasitas produksi sekitar 55 ton setahun, sementara kilang minyaknya di Nigeria saat ini memiliki kapasitas untuk mengolah 700.000 barel minyak mentah per hari dan akan digandakan menjadi 1,4 juta barel per hari.
Kilang minyak tersebut belum lama ini menawarkan 4,1 miliar saham biasa di bursa saham Nigeria, dengan tujuan mengumpulkan dana sekitar $1,63 miliar.
Di Kenya, perusahaan Dangote dijadwalkan memulai pembangunan kilang minyak mentah berkapasitas 700.000 barel per hari di Lamu pekan depan.*




