Hidayatullah.com— Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan tidak lagi menerima penerbangan oleh maskapai-maskapai Iran, mematuhi sanksi yang dijatuhkan oleh sekutunya Amerika Serikat atas Teheran.
“Otoritas Penerbangan Sipil Umum mengumumkan penangguhan semua penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Iran ke dan dari UEA,” demikian pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi negara itu WAM.
Penangguhan yang dimulai pada hari Kamis (24/9/2026) itu “didasarkan pada sanksi AS yang dijatuhkan atas maskapai penerbangan Iran, yang mencegah mereka menggunakan bandara di seluruh dunia,” imbuh pernyataan itu.
Media Iran telah melaporkan penangguhan oleh UEA tersebut pada Kamis pagi.Penerbangan Iran Airtour dari Teheran ke Dubai dibatalkan sesaat sebelum jadwal keberangkatannya di pagi hari, setelah tiket diterbitkan, kata seorang penumpang kepada AFP.
Dubai, yang merupakan pusat perekonomian UEA, merupakan salah satu tujuan utama maskapai penerbangan Iran, dengan beberapa penerbangan setiap hari, karena di sana terdapat komunitas orang Iran yang cukup banyak beserta jaringan bisnisnya.
Bandara Dubai, yang menawarkan koneksi ke Eropa, Asia dan Afrika, kerap menjadi titik transit bagi para pelancong Iran, dan merupakan tujuan umum untuk perjalanan bisnis.
Beberapa negara lain sudah membekukan penerbangan Iran, meskipun rute ke Turki, China dan Armenia termasuk beberapa yang masih dibuka.
Turkmenistan mulai hari Kamis juga mengambil tindakan serupa, dengan memutar balik penerbangan dari Teheran ke Dushanbe “karena Turkmenistan tidak mengizinkan maskapai penerbangan Iran,” kata juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan kepada kantor berita resmi Iran ISNA.
Iran memiliki hampir 30 maskapai penerbangan, sebagian besar beroperasi di rute domestik regional.
Maskapai penerbangan kebanggaan nasional Iran Air, dan maskapai swasta Mahan merupakan maskapai terbesar Iran untuk perjalanan internasional.*




