Hidayatullah.com– Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva mengumumkan kebijakan baru berupa larangan judi online, hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden digelar di mana dia berharap terpilih untuk periode keempat sebagai pemimpin negeri samba itu.
Lula, yang maju melawan putra mantan presiden Brazil yang sekarang sedang menjalani hukuman penjara Jair Bolsonaro, menandatangani surat perintah sementara pada hari Jumat (25/9/2026) yang “melarang semua taruhan olahraga dan kasino online”.
Industri judi online di Brazil dilegalkan pada 2018 dan sejak itu dituding sebagai penyebab masalah keuangan banyak rumah tangga di negara itu akibat kecanduan.
Dalam pengumumannya Lula menggambarkan industri itu sebagai kanker. “Kita membasminya, atau penyakit itu yang akan membunuh kita,” ujarnya seperti dilansir BBC hari Sabtu (26/9/2026).
Langkah itu diambil kurang dari sepekan sebelum putaran pertama pemilihan presiden Brazil.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan politisi berusia 80 tahun itu bersaing ketat dengan Flávio Bolsonaro.Kebijakan tersebut harus mendapatkan persetujuan wakil rakyat di Kongres dalam waktu 120 hari supaya bisa tetap berlaku.
Lewat akunnya di platform X, Lula mengakui perjudian daring dilegalkan pada masa pemerintahan mantan Presiden Michel Temer, tetapi permainan undi nasib itu “berkembang tanpa regulasi di bawah pemerintahan Bolsonaro”.
Dia mengatakan tidak ada pembatasan terutama untuk mencegah anak-anak dan remaja dari mengakses permainan judi online.
“Kami tidak akan membiarkan perusahaan-perusahaan judi mengeruk keuntungan dengan mengorbankan pendapatan dan kehidupan keluarga rakyat Brazil,” imbuhnya.
Lula menjelaskan bahwa dia mendengar kisah-kisah tentang keluarga yang terpaksa menggadaikan semua barang yang ada di rumah karena kecanduan mereka pada judi.
Terpisah dari peraturan taruhan online, Lula juga menandatangani RUU yang memberikan hukuman terhadap tindak pidana terkait taruhan fixed-odds betting. Fixed-odds betting adalah jenis perjudian atau taruhan di mana besar kecilnya pembayaran kemenangan (payout) ditentukan dan dikunci berdasarkan nilai peluang (odds) yang disepakati pada saat taruhan dipasang.
Awal pekan ini, di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Lula menuding industri perjudian “mengubah kecanduan menjadi keuntungan”.
Sebagian besar jenis perjudian, seperti kasino dan mesin slot, dulunya ilegal di Brazil. Namun, sejak taruhan online dilegalkan pada tahun 2018, popularitasnya meningkat pesat.
Hasil survei yang dirilis oleh Atlas dan Bloomberg pekan ini menunjukkan sekitar 59,9% orang dewasa Brazil mendukung larangan judi online.*




