Hidayatullah.com– Kopilot yang menyerang kapten pilot dalam penerbangan Flydubai menuju Tel Aviv sebelumnya dilarang terbang di Oman dengan alasan memiliki ideologi ekstremis, lapor berbagai media.
Tersangka pelaku serangan – yang diidentifikasi dalam sejumlah kabar di media massa sebagai Hamam al-Hammami warga negara Oman – serta motif tindakannya dalam insiden hari Rabu (30/9/2026) menjadi perhatian internasional.
Selama penerbangan Flydubai tersebut, kapten pilot yang berkewarganegaraan India diserang oleh kopilot, tetapi berhasil membuka pintu kokpit sehingga kru dan penumpang berhasil melumpuhkan pelaku dan pesawat beruntung bisa mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi.
Tidak lama setelah peristiwa itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tersangka menjalani indoktrinasi paham Islam radikal, dan berusaha menjatuhkan pesawat.
The Wall Street Journal hari Jumat (2/10/2026) melaporkan bahwa otoritas di Oman sudah mengeluarkan larangan terbang atas Hamam al-Hammami karena dia memiliki ideologi radikal, mengutip orang-orang yang mengetahui tentang masalah itu.
CNN, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa pilit itu diberhentikan dari sebuah maskapai penerbangan Oman tahun lalu karena memiliki ideologi ekstremis.
Al Arabiya, mengutip sebuah sumber yang mengetahui tentang hal itu, melaporkan bahwa pihak berwenang di Oman menyatakan kopilot tersebut memiliki pandangan ekstremis.
Al Arabiya juga mengatakan pria itu pernah tinggal di Suriah, sehingga menimbulkan kekhawatiran kemungkinan dia terpengaruh oleh kelompok radikal di sana.
ABC News, mengutip seorang agen intelijen senior dan aparat penegak hukum yang mengetahui tentang penyelidikan insiden itu, melaporkan bahwa tersangka diduga pernah ketahuan menyimpan materi-materi ekstremis saat masih menjalani magang, lapor AFP.*




