Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2026 21:13 9:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Oktober 2026 21:12
Bagikan
Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth
Bagikan

Hidayatullah.com— Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengumumkan pembentukan Kantor Urusan Keagamaan (Office of Religious Affairs) di Pentagon yang akan melapor langsung kepadanya.

Dalam pidato yang sama, ia mengutip ayat-ayat Alkitab dan menyerukan perang terhadap “kaum Islamis”, sehingga memunculkan kontroversi mengenai penggunaan agama dalam kebijakan militer AS.

Pengumuman tersebut disampaikan Hegseth di hadapan sekitar 600 perwira dan personel militer dalam pidato bertajuk State of the Force di Pangkalan Korps Marinir AS, Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan kantor baru itu bertujuan memperkuat dukungan keagamaan bagi personel militer dan memberikan kewenangan lebih besar kepada para rohaniwan militer, sebagaimana dikutip Army.mil.

“Mulai hari ini, atas arahan saya, saya membentuk Kantor Urusan Keagamaan. Kantor ini akan melapor langsung ke tingkat tertinggi, dengan jalur komunikasi langsung kepada menteri,” kata Hegseth.

Baca Juga

Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

Ia menegaskan kantor tersebut tidak hanya akan menjalankan fungsi administratif. “Ini bukan kantor yang hanya mengurus dokumen. Kantor ini akan memiliki kewenangan nyata. Kantor ini akan melindungi anggaran, menuntut penyediaan infrastruktur, dan memperkuat dukungan keagamaan,” ujarnya.

Menurut Hegseth, kurang dari lima persen personel militer AS mengidentifikasi diri sebagai tidak beragama. Ia menggunakan angka tersebut untuk mendukung argumen bahwa pelayanan keagamaan harus menjadi bagian penting dari dukungan terhadap prajurit.

“Sebanyak 95 persen personel kami mengakui keberadaan Tuhan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, departemen kami memiliki kewajiban suci untuk menyediakan dukungan keagamaan kelas satu, di mana pun kami mengirimkan para prajurit,” kata Hegseth.

Namun, pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan pernyataan Hegseth yang menghubungkan keyakinan Kristen dengan misi perang militer AS. Ia mengutip Mazmur 33:12, “Berbahagialah bangsa yang Allahnya adalah Tuhan,” kemudian menyatakan bahwa militer AS harus mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah”.

Hegseth juga menggunakan Kitab Yesaya pasal 6 ayat 8 untuk menyerukan kesiapan menghadapi sejumlah musuh. “Utuslah aku untuk melawan pasukan Inggris. Utuslah aku untuk melawan kaum Komunis. Utuslah aku untuk melawan kaum Islamis. Utuslah aku,” katanya.

Penyebutan “kaum Islamis” dalam seruan perang tersebut menjadi salah satu bagian paling kontroversial dari pidatonya. Al Jazeera melaporkan munculnya reaksi keras di media sosial berbahasa Arab.

Kritik terhadap kebijakan keagamaan Hegseth juga datang dari dalam Amerika Serikat. Rachel Laser, Presiden Americans United for Separation of Church and State, menilai pembentukan kantor tersebut berisiko meningkatkan kedudukan Kristen dalam kebijakan militer dan mengganggu kebebasan beragama personel dengan keyakinan berbeda.

“Pengumuman terbaru Hegseth meningkatkan peran Kristen dalam membentuk kebijakan militer AS ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Laser.

Organisasinya menilai militer AS selama lebih dari 250 tahun telah melayani kebutuhan spiritual personel dari beragam latar belakang agama.

Pendiri Military Religious Freedom Foundation (MRFF) Mikey Weinstein mengecam “Semangat kerja prajurit rendah, kepercayaan pada kepemimpinan rendah… Nasionalisme Kristen di militer telah melonjak di luar kendali”. Sementara anggota DPR AS Jared Huffman merespons pembentukan kantor tersebut dalam laporan Hindustan Times dengan mengecam bahwa “Kantor Urusan Agama yang baru mengabaikan anggota militer non-religius yang jumlahnya banyak dan meludahi konstitusi negara kita,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMenhan ASMenteri Pertahanan ASPentagonPete Hegseth
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Berita
29 September 2026 19:17
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

3 Oktober 2026 20:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?