Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2026 13:27 1:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Oktober 2026 13:26
Bagikan
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menghadiri upacara militer di halaman Invalides di Paris pada tanggal 26 November 2014. (AFP PHOTO/POOL/CHARLES PLATIAU)
Bagikan

Hidayatullah.com – Parlemen Mesir telah memberikan wewenang kepada militer negara tersebut untuk memberikan dukungan bagi pertahanan Arab Saudi, menurut laporan para anggota parlemen dan media setempat pada Senin (26/10/2026). Keputusan ini berpeluang membawa Mesir lebih dekat ke dalam konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi di Yaman.

Daftar isi
  • Batasan peran militer Mesir
  • Sejarah Keterlibatan Mesir di Yaman
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Padap pekan lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meminta persetujuan parlemen untuk memperbolehkan pengiriman bantuan militer kepada Arab Saudi jika kerajaan membutuhkan.

Operasi militer Houthi menimbulkan ancaman yang besar bagi Arab Saudi dan Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi akses menuju Terusan Suez di Mesir.

Pemberian wewenang oleh parlemen ini muncul di tengah serangan terhadap Arab Saudi yang telah mengganggu penerbangan dan ekspor minyak, sehingga memicu kekhawatiran mengenai keamanan regional serta jalur perdagangan internasional.

Batasan peran militer Mesir

Mesir telah berulang kali mengecam serangan yang dilakukan oleh Iran maupun pihak-pihak yang didukung Iran terhadap negara Teluk, namun sejauh ini belum secara terbuka terlibat dalam pertempuran langsung dalam konflik tersebut.

Baca Juga

Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah

Presiden al-Sisi telah mengisyaratkan bahwa dukungan Mesir akan terbatas pada upaya mempertahankan wilayah dan perbatasan Arab Saudi, bukan untuk melancarkan serangan ke dalam wilayah Yaman.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, bersama kepala intelijen Hassan Rashad, bertolak ke Riyadh pada hari Rabu lalu untuk menyampaikan surat dari Presiden al-Sisi kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Menyusul kunjungan tersebut, Abdelatty menyatakan bahwa Kairo mendukung upaya untuk menjajaki “setiap peluang” guna menyelesaikan konflik Yaman melalui jalur diplomasi.

Potensi keterlibatan Mesir akan menjadi perkembangan yang signifikan, mengingat kapabilitas militer negara tersebut serta posisinya yang strategis di sepanjang Laut Merah.

Mesir juga tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan pakta pertahanan bersama yang melibatkan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki, yang telah ditandatangani pada bulan Agustus lalu.

Awal bulan ini, Abdelatty mengungkapkan bahwa keanggotaan Mesir dalam pakta tersebut masih “dalam pertimbangan serius.”

Sejarah Keterlibatan Mesir di Yaman

Mesir bergabung ke dalam koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui masyarakat internasional pada Maret 2015. Tugas utamanya sebagai mitra angkatan laut untuk melindungi jalur pelayaran di Laut Merah.

Pemerintahan al-Sisi mengerahkan kapal-kapal perang, menjanjikan dukungan udara, dan mengerahkan sekitar 800 tentara darat. Meski begitu, peran tempur langsungnya tetap terbatas.

Mesir memiliki sejarah intervensi militer yang sulit di Yaman, setelah menanggung kerugian besar selama keterlibatannya pada tahun 1960-an. Sejak Perang Teluk 1991, negara ini tidak lagi melakukan pengerahan pasukan darat berskala besar ke luar negeri.

Sebagai balasannya, Arab Saudi terus menjadi mitra politik dan finansial utama Mesir. Kerajaan menyediakan bantuan, simpanan bank sentral, serta pasokan energi bernilai miliaran dolar selama pemerintahan al-Sisi.

Belum diketahui sejauh mana dukungan militer Mesir untuk Arab Saudi kali ini. Hal tersebut bergantung pada permintaan Arab Saudi serta bagaimana Mesir menyeimbangkan komitmennya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiDukungan militerHouthikonflik yamanMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Berita
22 Oktober 2026 10:33
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif

Terbaru

  • Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi
  • Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
  • Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
  • Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas

24 Oktober 2026 15:57
Berita

Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS

24 Oktober 2026 14:30
Berita

Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

24 Oktober 2026 13:42
Berita

Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

24 Oktober 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?