Hidayatullah.com– Rapper Amerika Macklemore berjanji akan terus menyuarakan penentangan terhadap perang Israel di Gaza sampai napas terakhir saat pembukaan tur konsernya “Free Palestine”, yang diselenggarakan setelah ia dicopot sebagai salah satu penampil pembuka untuk penyanyi Inggris Ed Sheeran.
Rapper peraih anugerah Grammy itu mendapatkan tepuk tangan sangat meriah di Dublin, di mana para penggemarnya di negara yang dikenal pro-Palestina itu banyak yang hadir dengan berkemul bendera Palestina, atau mengenakan kaos jersey berwarna hitam-merah-hijau atau kafiyeh, yang marak dijajakan di luar lokasi konser.
“Saya bangga berdiri di atas panggung ini untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Kami akan terus berjuang untuk pembebasan bersama sampai napas terakhir kami,” kata Macklemore di atas panggung, di mana dia mengibarkan bendera Palestina selama sebagian besar penampilannya.
“Enam pekan lalu, hanya butuh dua kata,” ujarnya, merujuk pada seruan “Free Palestine” dan kritiknya terhadap tindakan pemerintah Israel di Gaza dan Tepi Barat Palestina, saat tampil di MetLife Stadium di New Jersey, yang menyebabkannya kemudian dicoret dari rangkaian tur konser Ed Sheeran di sejumlah kota di Amerika Serikat.
“Kedua kata itu sangat mengancam bagi sebagian orang sehingga kita lebih memilih membungkam kedua kata itu daripada menghadapi apa arti sebenarnya dari kata-kata tersebut… Entah bagaimana, kata-kata itu menjadi lebih kontroversial daripada penderitaan yang menjadikan kata-kata itu diperlukan.”
Para penonton, yang melibas 13.000 tiket masuk 3Arena Dublin dalam hitungan menit, meneriakkan “Free Free Palestine” sepanjang acara.
“Kita membutuhkan pembicara yang sesuai dengan zaman kita. Harus ada seseorang seperti dia yang bisa menjangkau orang-orang. Dia membuat suasana terasa begitu hidup dan saya keluar dari sana dengan perasaan ingin menjadi bagian dari sesuatu,” kata Siobhan Lyons dari Dublin, yang menghadiri konser tersebut bersama putrinya.
Para artis Irlandia yang juga menyuarakan penentangan terhadap tindakan Israel tampil sebagai bentuk dukungan pada hari Senin (25/10/2026), termasuk penyanyi “Take Me to Church” Hozier, grup rap Kneecap, dan Beoga, salah satu artis yang mengundurkan diri dari tur Sheeran sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore yang didepak dari tur mereka di Amerika Serikat.
Penyanyi Palestina Lina Makhoul dan DJ Palestina-Amerika Habibeats juga tampil, dan aktivis pro-Palestina seperti aktor Game of Thrones Liam Cunningham berbicara di antara penampilan-penampilan mereka.
Tur “Free Palestine” akan berlanjut di Paris dan London pekan ini, dan tanggal-tanggal di AS akan diumumkan kemudian, kata Macklemore, seperti dilansir Reuters.
Ed Sheeran, salah satu artis rekaman dengan penjualan terbanyak di dunia, berdalih bahwa para pemilik stadion tempat pertunjukan mengancam akan membatalkan acara apabila Macklemore ikut tampil dalam konsernya, setelah dia meneriakkan pembebasan Palestina dan membentangkan bendera Palestina di atas panggung saat membuka konser Sheeran di New Jersey.
Sheeran juga mengatakan tidak ingin mencampuradukkan masalah politik dengan pertunjukan musiknya.
Otoritas Palestina mengatakan lebih dari 74.000 orang tewas dalam serangan Israel terhadap Gaza, yang dilancarkan setelah para pejuang pimpinan Hamas membunuh sekitar 1.200 orang di Israel dekat Gaza pada 7 Oktober 2023. Para pejabat Israel menolak klaim bahwa tindakan mereka di Gaza dapat dikategorikan sebagai genosida.*




