Hidayatullah.com – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, mengajak masyarakat Indonesia menyaksikan film Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3) yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.
Erick menuturkan, film produksi kolaborasi MUI, Starvision, dan Falcon Pictures tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana menyampaikan tuntunan hidup melalui kisah perjuangan dan keteladanan Buya Hamka.
Film ketiga ini melanjutkan perjalanan kisah hidup Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka, ulama, sastrawan, dan tokoh nasional yang dikenal luas di Indonesia.
Sebelumnya, film Buya Hamka Vol. 1 dan Vol. 2 yang dirilis pada 2023 mengangkat perjalanan hidup Hamka dalam berbagai fase penting. Volume pertama memperkenalkan latar kehidupan dan perjalanan Hamka hingga membangun keluarga serta merintis kiprahnya sebagai ulama dan penulis. Sementara volume kedua melanjutkan kisah perjuangan Hamka dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk dinamika keluarga dan perjalanan dakwahnya.
Adapun Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3) menyoroti masa kecil sang ulama besar. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana karakter dan kepribadian Hamka terbentuk melalui proses panjang, pendidikan, serta berbagai perjuangan yang tidak mudah.
Erick Yusuf menilai, kisah tersebut penting untuk dipahami masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat mengambil pelajaran tentang proses membangun karakter dan mencapai keberhasilan.
“Saya mengajak semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena di dalam film ini jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus,” ujar Erick mengutip laman media resmi MUl di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, film ini memperlihatkan bahwa sosok besar tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang ditempuh, termasuk menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan sejak masa kecil.
“Ini tontonan yang juga merupakan tuntunan. Bagaimana Buya Hamka itu ditempa dari masa kecilnya, penuh dengan berbagai perjuangan. Jadi, kita mesti paham orang besar itu melalui proses yang tidak mudah,” tambahnya.
Erick juga menyoroti sosok Buya Hamka yang memiliki banyak dimensi kehidupan. Selain dikenal sebagai ulama, Hamka merupakan sastrawan, pemimpin, dan Ketua Umum MUI pertama.
Menurut Erick, perjalanan hidup Hamka menghadirkan keteladanan yang relevan bagi masyarakat saat ini. Nilai perjuangan, kepemimpinan, dan integritas yang tercermin dalam kisahnya dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Dia menjelaskan, penggarapan film tersebut juga mendapatkan arahan dan pengawasan MUI, khususnya dalam menjaga nilai-nilai yang disampaikan kepada masyarakat.
“Jadi, ini sudah di dalam arahan, di dalam pengawasan, nilai-nilainya sudah dilihat dan dituntun oleh MUI. Insyaallah ini film yang sangat baik, film yang sangat bergizi, dalam tanda petik, yang sangat lezat juga untuk ditonton,” ungkap Erick.
Di tengah kondisi masyarakat yang dinilai menghadapi krisis keteladanan, Erick berharap kisah hidup Buya Hamka dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran moral, khususnya bagi generasi muda. Dia menilai, film biografi seperti ini dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan tokoh bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Karena itu, Erick kembali mengajak masyarakat untuk menyaksikan Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3) yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026. “Karenanya, jangan lewatkan 19 November 2026. Tonton di seluruh bioskop,” tutup Erick Yusuf.*




