Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kronologi Kejadian Bentrok versi MUI dan NU Jember

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2013 11:06 11:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2013 11:06
Bagikan
PP Darus Sholihin: Polisi sebelumnya telah melarang kegiatan karnaval
Bagikan

Hidayatullah.com—Bentrok yang terjadi di Puger, Jember Jawa Timur,  telah berlangsung sejak lama.  Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jember Agus Mudhofir mengatakan, kasus bentrok yang  melibatkan warga NU dengan kelompok yang diduga penganut Syiah di Puger sudah berlangsung lama.

“Kasus ini sudah lama terjadi. Kasus yang akhirnya telah menelan korban jiwa ini masuk kasus ketiga, “ demikian disampaikan Mudhofir, kepada hidayatullah.com, Kamis (12/09/2013).

Tahun lalu, menurut Mudhofir, Eko Mardianto sudah pernah terluka di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.

“Tahun lalu saudara Eko mendapat jahitan delapan di bagian wajah, “ tambahnya.

Bentrok berdarah terjadi di Jember tepatnya di kawasan Puger, Jember, pada  hari Rabu (11/09/2013) siang-sore.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Wakil Ketua MUI Jember KH Abdullah Syamsul Arifin yang akrab dipanggil Gus Aab, bentrok berdarah dipicu rencana Pawai Karnaval 17 Agustus yang akan diselenggarakan oleh Ponpes Darus Sholihin pimpinan Habib Ali al Habsy. Menurut NU dan MUI Jember, Ponpes sejak lama ditengarai menganut paham Syiah.

Gus Aab mengatakan, sejumlah warga sekitar rupanya menolak pawai yang digelar oleh ponpes Darus Sholihin.

Apalagi menurut Agus Mudhofir, setelah ada kejadian di tahun-tahun sebelumnya, ada perjanjian dengan warga agar acara-acara serupa tidak dilakukan secara terbuka di luar pondok pesantren.

Acara ini juga tidak mendapat izin aparat kepolisian karena dikhawatirkan terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Warga tidak ingin karnaval itu digelar di luar pesantren. Lagipula,  Karnaval juga tidak mendapat izin kepolisian,” ujar Gus Aab kepada hidayatullah.com, Kamis (12/o9/2013).

Penolakan warga rupanya tidak digubris, pihak Ponpes Darus Sholihin tetap melakukan kegiatan di luar kompleks pesantren.

Menghindari hal-hal tak diinginkan, polisi melakukan blockade di beberapa tempat.

Massa kelompok pengajian Nurul Mustofa pimpinan Ustadz Fauzi (NU)  menyerbu lokasi Ponpes Darus Sholihin guna membubarkan paksa acara karnaval sambil membawa pentungan kayu dan berakhir bentrok dan rusaknya beberapa bangunan.

Muncullah aksi balasan, di mana sekitar 20 orang yang diduga pendukung Habib Ali al Habsy menyerang Eko Mardianto. Eko adalah saksi kunci pada bentrok serupa tahun 2012. Eko dilaporkan terluka dan meninggal saat di rumah sakit.

“Eko dikeroyok sekitar 20 orang, sementara dia hanya berdua, “ujar Agus Mudhofir, Ketua MWC NU Puger kepada hidayatullah.com.

Agus mengaku, pada saat kejadian dirinya berada tidak jauh dari lokasi. Saat dirinya kembali dari pos polisi untuk meminta bantuan, Agus didapati telah banyak luka dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Pasca bentrok  suasana di Desa Puger Kulon masih mencekam. Aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi.

Untuk menenangkan warga Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawwakkil Allallah, Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Buchori harus turun ke lokasi hingga dini hari.*

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin yang juga Wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember mengatakan, Eko adalah saksi kunci pada bentrok tahun lalu.

“Saya khawatir, Eko menjadi sasaran karena ia adalah salah satu saksi kunci pada bentrokan tahun lalu, “ujar nya. “Tapi dugaan saya bisa salah bisa benar,” lanjut pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini.

Menurut  Gus Aab  saat ini,  semuanya sudah diserahkan pada aparat kepolisian agar segera diselidiki dan pelakunya dihukum.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Habib Ali bin Umar Al HabsyJemberMUINUPonpes Darus Sholihinsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NU Jember: Tahun Lalu Eko pernah Dapat Serangan di Kepala
Tulisan selanjutnya Musuh Polisi Bukan Hanya Pelaku Teror

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?