Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wanita Berhijab Dikejar Polisi Belanda di Stasiun Metro Picu Kemarahan Publik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2026 11:31 11:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2026 11:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah video viral yang menampilkan seorang wanita Muslim berhijab dengan lincah menghindari pengejaran petugas polisi Belanda di sebuah stasiun metro telah memicu reaksi luas di media sosial dan kalangan aktivis hak asasi manusia.

Klip berdurasi singkat itu memperlihatkan wanita tersebut berlari sambil mengelak dari upaya petugas untuk menangkapnya, sebelum akhirnya menghilang ke kerumunan penumpang.

Footage shows a Muslim woman escaping from a Dutch police officer who allegedly harassed her at a metro station in Utrecht, Netherlands, on Friday, prompting public concern over the incident.#Muslim #Utrecht pic.twitter.com/AV0RM9cdhB

— Barlaman Today (@BarlamanToday) February 8, 2026

Insiden ini, yang terjadi di pusat kota Utrecht, kembali membakar perdebatan panas soal pelecehan dan penargetan perempuan berhijab di negara-negara Eropa, termasuk Belanda yang dikenal dengan kebijakan ketat terhadap simbol keagamaan Islam.

Video tersebut pertama kali diunggah di platform X (sebelumnya Twitter) pada akhir Januari 2026 dan dengan cepat menyebar, ditonton jutaan kali dalam hitungan hari.

Dalam rekaman yang diambil dari sudut pandang penumpang, terlihat seorang polisi berseragam berlari mengejar wanita berhijab berusia sekitar 20-an tahun, sambil berteriak perintah dalam bahasa Belanda.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Wanita itu, dengan gerakan cepat dan cekatan, melompat pagar pembatas stasiun dan menyelinap ke kereta yang sedang berhenti, meninggalkan petugas dalam kebingungan.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas wanita tersebut atau alasan pengejaran, meski spekulasi menyebut dugaan keterlibatan dalam pencurian kecil di pusat perbelanjaan terdekat.

Insiden ini bukan yang pertama di Belanda. Hanya beberapa hari sebelumnya, pada 27 Januari 2026, dua perempuan Muslim berhijab menjadi korban kekerasan polisi di pusat perbelanjaan Hoog Catharijne, Utrecht.

Rekaman CCTV dan ponsel menunjukkan petugas memukul dan menendang salah satu wanita yang sedang merekam proses penangkapan rekannya atas tuduhan pencurian.

Kejadian itu memicu demonstrasi ratusan orang di depan kantor polisi Utrecht, dengan spanduk bertuliskan “Stop Islamofobia Polisi!” dan “Keadilan untuk Muslimah!”.

Reaksi publik sangat keras. Aktivis dari organisasi Muslim Belanda, seperti Contactorgaan Moslims en Overheid (CMO), mengecam tindakan polisi sebagai bentuk diskriminasi sistematis.

“Ini bukan sekadar pengejaran, tapi perburuan terhadap simbol Islam. Wanita berhijab dijadikan target mudah di ruang publik,” kata Fatima El-Moussaoui, juru bicara CMO, dalam konferensi pers kemarin.

“Kami menuntut investigasi independen dan reformasi pelatihan polisi agar tidak lagi menargetkan minoritas berdasarkan penampilan.”

Di media sosial, tagar #JusticeForHijabi dan #StopTargetingMuslims menduduki trending topic Eropa.

Seorang pengguna X bernama @UtrechtMuslimah menulis: “Lihat bagaimana dia lari untuk selamat! Ini bukan kriminal, ini ketakutan akan rasisme polisi. Belanda harus malu!” Komentar serupa datang dari influencer Muslim internasional, termasuk dari Indonesia.

“Kasus ini mirip dengan diskriminasi hijabi di Prancis dan Jerman. Eropa harus hentikan Islamofobia ini,” tulis akun @HijabSolidarity_ID di akun reddit.

Kepolisian Utrecht merespons melalui pernyataan resmi. “Kami sedang meninjau rekaman lengkap insiden stasiun metro dan kasus Hoog Catharijne. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, sanksi tegas akan diambil,” ujar Juru Bicara Kepolisian Utrecht, Pieter de Vries. “Tuduhan Islamofobia tidak berdasar; penegakan hukum kami netral dan berdasarkan bukti.”

Namun, kelompok hak asasi seperti Amnesty International Belanda menilai pernyataan itu terlalu lambat.

“Polisi sering kali mengabaikan konteks Islamofobia struktural. Video wanita berhijab yang lolos ini membuktikan ketakutan wajar di kalangan Muslimah,” tegas direktur Amnesty Belanda, Dagmar Oud.

Sejak larangan parsial burqa dan niqab pada 2019, Belanda mencatat peningkatan 30% laporan diskriminasi terhadap Muslim, menurut data lembaga anti-diskriminasi MOVISIE. Di transportasi umum seperti metro Utrecht, perempuan berhijab sering dilaporkan menjadi sasaran pengawasan ekstra atau komentar rasis.

Kasus serupa pernah terjadi di Amsterdam Schiphol, di mana seorang ibu berhijab ditahan karena “mencurigakan” saat bepergian dengan anaknya. “Hijab bukan ancaman, tapi identitas. Mengapa polisi selalu curiga pada kami?” tanya Aisha Rahman, saksi mata insiden metro yang juga berhijab, kepada voaindonesia.

Para aktivis kini menyerukan aksi lebih lanjut. Pada Sabtu lalu (7 Februari), ratusan orang berkumpul di Museum Square Amsterdam untuk solidaritas dengan korban Utrecht. Demonstrasi itu diakhiri dengan petisi online yang telah mengumpulkan 50.000 tanda tangan, ditujukan ke Parlemen Belanda.

“Pemerintah harus buktikan komitmen anti-diskriminasi. Jika tidak, kepercayaan Muslim pada negara ini akan runtuh,” tegas pemimpin demo, imam lokal Hassan Aloui.

Sementara itu, wanita berhijab dalam video tetap belum teridentifikasi, tapi rekannya dari kasus Hoog Catharijne telah dibebaskan tanpa dakwaan setelah terbukti tidak bersalah.

Insiden ini menambah statistik gelap: Pada 2025, Belanda mencatat 1.200 kasus kekerasan anti-Muslim, naik 15% dari tahun sebelumnya, dengan perempuan sebagai korban utama. Pemerintah Belanda di bawah Perdana Menteri Dick Schoof berjanji menanggapi, tapi kritik tetap bergulir.

Debat ini merefleksikan ketegangan lebih luas di Eropa pasca-kebangkitan partai sayap kanan. Di Prancis, larangan abaya di sekolah memicu boikot Muslim; di Jerman, serangan terhadap masjid meningkat. “Eropa harus belajar dari kesalahan ini. Hijab adalah hak, bukan kejahatan,” pungkas El-Moussaoui.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabinggrisislamofobiamuslimah inggrispolisi Belandastasiun metroWanita muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Pertanyakan Road Map BoP yang Tidak Bahas Kemerdekaan Palestina
Tulisan selanjutnya Seruan Boikot Kurma Israel Menguat Jelang Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

13 Oktober 2026 05:30
Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

13 Oktober 2026 00:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?