Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2026 13:38 1:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2026 14:00
Bagikan
Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
Bagikan

Hidayatullah.com – Sembilan tokoh yang tergabung dalam presidium Majelis Arah Indonesia (MAI) menggelar Silaturahim Nasional dan Rapat Pleno I di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026). Dari sembilan presidium, tujuh orang hadir langsung, sementara dua lainnya berhalangan.

MAI merupakan kelompok pemikir atau think tank yang berisi ulama, akademisi, profesional, pengusaha, dan aktivis sosial yang punya kepedulian terhadap arah perjalanan bangsa. Lembaga ini digagas sebagai forum moral dan intelektual yang berdiri di luar kepentingan politik praktis.

Juru bicara MAI, KH. Fahmi Salim, Lc., M.A., mengatakan pertemuan perdana ini bukan perkara mudah. Menyatukan sembilan tokoh dengan latar belakang berbeda untuk duduk satu meja, menurutnya, butuh usaha tersendiri.

“Ini adalah kumpulan para pemikir. Kami bukan ormas dan bukan partai politik,” kata alumnus Universitas Al Azhar, Mesir itu.

Fahmi menegaskan, MAI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran lembaga negara, partai politik, ormas, maupun lembaga keagamaan yang sudah ada. Tugas MAI adalah menghimpun pemikiran para ulama, akademisi, profesional, pengusaha, dan tokoh masyarakat, lalu menyampaikannya sebagai pandangan atas persoalan-persoalan strategis bangsa.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Independensi, kata Fahmi, jadi harga mati bagi majelis ini. Kedekatan sebagian anggota presidium dengan pemerintah tidak boleh membuat mereka kehilangan keberanian untuk menyampaikan koreksi. Di sisi lain, sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah juga tidak boleh berubah menjadi oposisi yang menolak semua kebijakan tanpa penilaian yang objektif.

“Kritik boleh, tetapi tidak lepas dari nilai-nilai. Kita tetap mengedepankan Pancasila, terutama semangat permusyawaratan,” ujar Fahmi.

Dai kondang asal Sulawesi Selatan, Ustaz Das’ad Latif, memberi perumpamaan sederhana soal pentingnya sasaran yang tegas dalam tata kelola negara.

“Dalam permainan sepak bola, keberadaan gawang menjadi tujuan yang menentukan arah permainan. Para pemain dapat berlari, menguasai bola, dan melakukan berbagai strategi, tetapi semuanya harus bermuara pada sasaran yang jelas,” katanya.

Fahmi Salim menambahkan, Indonesia butuh sasaran pembangunan kolektif yang berpijak pada amanat UUD 1945. Ia memastikan MAI hadir bukan sebagai partai politik atau ormas, melainkan sebagai kawan diskusi pemerintah yang konstruktif, dengan pendekatan fikih siyasah yang santun dan beradab.

Seluruh pandangan MAI, kata Fahmi, disusun berdasarkan kejujuran ilmiah, kemaslahatan umum, independensi, keterbukaan, dan tanggung jawab membela kepentingan bangsa bukan kepentingan rezim yang sedang berkuasa. Majelis juga berkomitmen menghindari klaim tanpa data, politisasi agama, konflik kepentingan, dan penghakiman tanpa proses hukum.

Dalam pleno ini, masing-masing presidium menyampaikan rekomendasi sesuai bidang keahliannya masing-masing:

  1. KH. Nonop Hanafi, M.Pd.I. — arah pengembangan dunia kepesantrenan.
  2. Ust. H. Slamet Ma’arif, S.Ag., M.M. dan Prof. H. Abdul Somad, Ph.D. — penguatan ukhuwah Islamiyah, koordinasi gerakan keumatan, serta penguatan keagamaan dan kebangsaan dalam pendidikan nasional.
  3. Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec. — pembangunan nasional yang berkelanjutan berbasis tata kelola ekonomi syariah.
  4. Dr. H. Das’ad Latif, Ph.D. — reformasi TNI dan Polri.
  5. Dr. Phil. H. Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A. — penguatan seni budaya dan karakter generasi muda, terutama dalam menghadapi isu LGBTQ.
  6. KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. — sinergi ulama dan umara dalam menjaga kedaulatan ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945, lengkap dengan 10 poin rekomendasi turunan yang akan disusun ulang sebelum dirilis ke media.
  7. Iwel Sastra, S.H., M.Si. — peran media dalam menjaga akhlak bangsa serta memajukan toleransi antarumat beragama.
  8. KH. Fahmi Salim, Lc., M.A. — posisi Indonesia dalam geopolitik dunia, mencakup kedaulatan ekonomi, hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, kedaulatan digital, diplomasi ekonomi syariah, hingga penguasaan teknologi nuklir strategis untuk kepentingan energi dan pertahanan.
Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Fuad Azzam
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMAIMajelis Arah Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miftachul Akhyar Sebut Ikhtilaf Bukan Ancaman, tapi Penggerak Pemikiran Umat
Tulisan selanjutnya LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026 Kategori Corporate Reputation

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

Berita
27 September 2026 07:18
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?