Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2026 14:30 2:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Agustus 2026 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Jason Arday, mantan profesor Universitas Cambridge yang berada di pusaran tuduhan plagiarisme, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Petugas kedaruratan mengatakan seorang pria ditemukan “tidak sadarkan diri” di sebuah alamat di Battersea, London bagian selatan, pada Jumat sore (14/8/2026).

Pekan lalu Arday mengundurkan diri dari posisinya sebagai profesor sosiologi setelah tuduhan plagiarisme dan keraguan atas sejumlah prestasi non-akademiknya di mencuat.

Keluarga Arday mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “sangat terkejut atas kehilangan ayah, pasangan, saudara laki-laki, paman, dan putra yang luar biasa ini”.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa tuduhan-tuduhan yang dipublikasikan media sangat berat bagi Arday, seorang pria lembut yang baik hati.Pada hari Jumat, petugas kepolisian dipanggil ke sebuah alamat di Battersea oleh London Ambulance Service.

Baca Juga

Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

“Saat ini kematiannya dianggap sebagai kejadian yang tidak terduga, tetapi tidak diyakini mencurigakan.” kata Metropolitan Police.”Kami sangat sedih mendengar berita tragis ini,” kata Prof Deborah Prentice, wakil rektor Cambridge University, seraya menyampaikan belasungkawa untuk keluarga Arday.

Keributan tentang karya ilmiah ini pertama kali muncul setelah akademisi lain—Nathan Cofnas, yang menyebut dirinya sebagai “realis ras” dan diberhentikan dari jabatannya di Cambridge pada tahun 2024—mengatakan bahwa ia menemukan banyak contoh plagiarisme dalam disertasi doktoral Arday.

Arday, 41, membantah melakukan plagiarisme – tetapi mengakui adanya kesalahan dalam karyanya yang antara lain disebabkan autisme yang dideritanya.

Namun kemudian media mulai menyoroti berbagai kejanggalan dari sejumlah pencapaian akademim dan non-akademik lain yang pernah diklaim Arday.

“Meskipun kritik adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan akademis, apa yang telah saya alami jauh melampaui perbedaan pendapat ilmiah. Tuduhan, spekulasi, dan komentar publik yang tiada henti telah memberikan dampak yang mendalam pada saya dan orang-orang yang saya cintai,” kata Arday dalam pernyataan menyusul pengunduran dirinya sebagai pengajar di Cambridge.

Pengangkatan Arday sebagai profesor muda berkulit hitam di Cambridge saat berusia 37 tahun merupakan sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, sebagai dosen berkulit hitam dia menjadi salah satu dari mayoritas kecil dan terlihat jelas di dunia akademis. Hanya satu persen profesor di perguruan tinggi Inggris yang berkulit hitam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wamenag Minta Masyarakat Tenang, Kasus Promosi Miras di The Sounds Project Harus Diusut Tuntas

Berita
13 Agustus 2026 14:03
Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital
Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak

Terbaru

  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi
  • ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
  • Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi

14 Agustus 2026 14:02
Berita

‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza

14 Agustus 2026 11:22
Berita

Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman

14 Agustus 2026 08:55
Berita

RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren

14 Agustus 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?