Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2026 15:23 3:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2026 15:21
Bagikan
Muhammadiyah Hidayatullah
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Indonesia merupakan milik bersama seluruh rakyat. Karena itu, seluruh penyelenggara negara dan komponen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk membawa Indonesia menuju cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Haedar menyampaikan, 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia telah dilalui dengan berbagai dinamika. Pemerintahan silih berganti, disertai tantangan dan gejolak politik yang berbeda pada setiap zamannya. Namun, Indonesia tetap bertahan sebagai negara bangsa yang memiliki cita-cita besar.

Menurutnya, para pemegang mandat rakyat, baik eksekutif, legislatif, yudikatif maupun institusi negara lainnya, harus memahami arah yang hendak dituju bangsa Indonesia. Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Indonesia wajib dibawa menjadi bangsa dan negara yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagai tujuan nasional yang diletakkan oleh para pendiri bangsa dan termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,” ujar Haedar pada Senin (17/8).

Ia mengingatkan, Pembukaan UUD 1945 telah memberikan mandat yang sangat jelas mengenai kewajiban negara, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Diktum mendasar tersebut, kata Haedar, harus menjadi pedoman yang dihayati dan diwujudkan oleh seluruh penyelenggara negara maupun warga negara dalam kehidupan kebangsaan.

Haedar juga menyoroti perjalanan Indonesia sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Setiap era memiliki corak pembangunan, capaian, sekaligus persoalan masing-masing.

Pengalaman tersebut semestinya menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Pada era Reformasi, demokratisasi berkembang secara terbuka sebagai koreksi terhadap sistem politik pada masa sebelumnya. Namun, Haedar menilai, tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana memastikan pembangunan nasional tetap berkesinambungan dan tidak sepenuhnya bergantung pada visi-misi presiden yang berganti dari satu periode ke periode berikutnya.

“Agenda strategis yang harus dipastikan ialah bagaimana visi dan misi hasil politik elektoral melalui serangkaian program dan kebijakan nasional menjadi proses pembangunan yang berkelanjutan untuk terwujudnya tujuan nasional,” jelasnya.

Karena itu, setiap program dan kebijakan pemerintah pada setiap periode harus benar-benar penting, strategis, tepat sasaran, dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan tujuan nasional. Pembangunan tidak boleh berhenti pada kepentingan jangka pendek atau kepentingan politik elektoral semata.

Haedar menekankan pentingnya kesadaran bersama di antara para pemegang mandat dan jabatan dalam pemerintahan untuk bersatu dan sehaluan dalam membawa Indonesia menuju cita-cita nasional.

Kekuasaan yang dijalankan oleh eksekutif, legislatif, yudikatif, serta institusi negara lainnya, menurutnya, harus dibangun di atas prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks tersebut, aspirasi, pandangan, dan suara rakyat harus menjadi bagian penting dalam mengawal kebijakan dan langkah penyelenggara negara.

“Di sinilah pentingnya aspirasi, pandangan, dan suara rakyat mengawal setiap pelaksanaan kebijakan dan langkah penting eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta lembaga pemerintahan lainnya,” tutur Haedar.

Ia menilai, keterbukaan institusi negara terhadap aspirasi publik akan menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dalam mencapai tujuan nasional. Sebaliknya, jika terjadi kesenjangan antara penyelenggara negara dan aspirasi rakyat, perjalanan menuju cita-cita kebangsaan akan semakin berat.

Karena itu, Haedar menyerukan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa Indonesia adalah milik bersama. Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa harus berjalan bersama dalam membawa Indonesia menuju tujuan nasional.

“Jangan sampai atas nama mandat rakyat setiap pihak berjalan sendiri-sendiri dan merasa mampu sendiri,” tegasnya.

Menurut Haedar, agenda paling penting dan strategis setelah 81 tahun Indonesia merdeka adalah menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat dalam kerangka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut, katanya, sejalan dengan kehendak politik untuk membangun kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk itu, mereka yang memiliki kekuatan politik maupun ekonomi harus memiliki kesediaan untuk mengabdikan kekuatan yang dimiliki bagi kepentingan bangsa.

“Mereka yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi mesti mau mengkhidmatkan diri sepenuhnya untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat,” kata Haedar.

Haedar kemudian mengajak seluruh elemen bangsa merenungkan kembali makna kemerdekaan bagi kehidupan rakyat dengan melihat kembali pandangan para pendiri bangsa. Salah satunya adalah gagasan Soekarno dalam sidang BPUPKI mengenai negara yang dibangun bukan untuk kepentingan satu orang atau satu golongan, melainkan untuk semua.

Gagasan tersebut, menurut Haedar, penting untuk terus dihayati agar tidak ada kekuatan tertentu yang kemudian mendominasi dan menguasai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai ada kekuatan apa pun yang dominan dan menguasai Indonesia, sehingga negara dan bangsa tercinta ini kehilangan jiwa utamanya, yakni Indonesia milik bersama,” pungkas Haedar.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirHUT RIMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Tulisan selanjutnya HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan

Berita
30 September 2026 12:55
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Berita

Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

1 Oktober 2026 06:53
Berita

Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

30 September 2026 20:05
Berita

Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

30 September 2026 19:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?