Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 September 2026 20:49 8:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 September 2026 20:47
Bagikan
Sebanyak empat profesor resmi dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat UNIDA Gontor yang berlangsung di Aula Kampus UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (27/9/2026).
Bagikan

Hidayatullah.com— Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali mencatatkan sejarah penting dalam penguatan kualitas akademik dan keilmuan Islam. Sebanyak empat profesor resmi dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat UNIDA Gontor yang berlangsung di Aula Kampus UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, empat akademisi terbaik UNIDA resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing, yaitu: Prof. Dr. Drs. H. Sujiat Zubiadi, M.Ag. (Guru Besar Bidang Ulumul Quran), Prof. Dr. Drs. H. Nur Hadi Ikhsan, MIRKH (Guru Besar Bidang Tasawuf), Prof. Dr. H. Syamsuddin Arif, B.Sc., M.A. (Guru Besar Bidang Filsafat Islam Abad Pertengahan), Prof. Dr. H. Akhmad Affandi Mahfudz, B.Ec., M.Ec. (Guru Besar Bidang Ekonomi dan Keuangan Islam).

Prosesi pengukuhan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. Dalam orasinya, Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini.

Keempat profesor baru tersebut seluruhnya merupakan alumni Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) PMD Gontor, bahkan beberapa di antaranya menempuh pendidikan perguruan tinggi awal di IPB sebelum mendedikasikan diri sepenuhnya pada pengembangan keilmuan Islam.

Kehadiran para Guru Besar ini tidak hanya memperkuat jajaran staf pengajar, tetapi juga terbukti langsung mendongkrak status akreditasi program studi di lingkungan UNIDA Gontor, seperti Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam yang berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.

Baca Juga

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Pengalaman Internasional

Menurut Gus Hamid, keempat Guru Besar yang dikukuhkan memiliki keistimewaan keahlian dan keunggulan akademik yang sangat menonjol di bidangnya masing-masing.

Prof. Dr. Sujiat Zubiadi menguasai keahlian dalam bidang Ulumul Quran, sementara Prof. Dr. Nur Hadi Ikhsan mendalami bidang Tasawuf dengan memberanikan diri mendokumentasikan falsafah keikhlasan dan pengamalan pesantren ke dalam karya ilmiah akademik. Selanjutnya, Prof. Dr. Syamsuddin Arif merupakan pakar Filsafat Islam Abad Pertengahan yang menuntaskan dua gelar S3 sekaligus—termasuk di Frankfurt, Jerman—serta menguasai berbagai bahasa asing dan logika dengan sangat matang.

Adapun Prof. Dr. Akhmad Affandi Mahfudz merupakan pakar Ekonomi dan Keuangan Islam yang memiliki jaringan riset serta koneksi jurnal internasional yang sangat luas di berbagai negara.

Pengalaman dan rekognisi luar negeri dari para profesor ini menjadi modal keilmuan yang amat membanggakan bagi kampus. Prof. Syamsuddin Arif dikenal sangat produktif menerbitkan karya pada jurnal-jurnal bereputasi internasional.

Sedangkan Prof. Akhmad Affandi Mahfudz aktif menjalin kolaborasi global yang membuka jalan kerja sama internasional bagi universitas. Selain itu, Prof. Sujiat Zubiadi dan Prof. Nur Hadi Ikhsan juga aktif dalam agenda kiprah keilmuan serta kunjungan akademis ke mancanegara.

“Sekarang alhamdulillah ini sudah ada empat guru besar. Jam terbangnya luar negeri sudah luar biasa… International recognition Beliau luar negeri… Dan tidak perlu harus disini, anda dosen tetap disini, mengajar disini, anda bisa berkarir di luar… Homebase-nya tetap di UNIDA, Anda berkarir di mana saja silakan, itu akan menjadikan rekognisi bagi UNIDA,” ujar Hamid Fahmy Zarkasi.

Guru Besar Bukan Tumpukan Berkas, Tapi Kepakaran

Di hadapan para civitas akademika dan tamu undangan, Prof. Hamid menegaskan komitmen lembaganya untuk mengembalikan esensi sejati dari gelar Guru Besar dalam tradisi akademik.

“Ini harus kita luruskan. Guru besar bukanlah gelar yang diperoleh melalui dokumen—dokumennya lengkap, kepangkatan lengkap, jadilah dia guru besar setelah bertahun-tahun. Ini harus kita luruskan bahwa menjadi guru besar adalah menjadi pakar dalam bidang yang tertulis di dalam S3 itu,” tegas Prof. Hamid.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara tradisi Guru Besar di UNIDA Gontor dengan tempat lain. Di UNIDA, seorang Profesor tidak hanya dituntut aktif meneliti, menulis, dan melahirkan kebaruan (novelty) ilmu di tingkat internasional, tetapi juga wajib mengintegrasikan nilai-nilai Islam, ke-Gontor-an, serta pengabdian jiwa santri dalam seluruh aktivitas intelektualnya.

Ia mencontohkan tradisi perguruan tinggi di Turki dan Amerika Serikat, di mana mahasiswa bukan mencari universitasnya, melainkan berbondong-bondong datang untuk menimba ilmu langsung kepada profesor yang ahli di bidangnya—sebagaimana tradisi pesantren klasik di mana santri mendatangi kiai yang pakar dalam kitab tertentu.

Peta Jalan “Panen Guru Besar 2030”

Guna menyongsong reakreditasi institusi tahun 2028 dan pendirian berbagai program studi S3 baru yang mengharuskan setiap prodi memiliki minimal tiga Guru Besar mandiri, UNIDA Gontor telah menyiapkan peta jalan penguatan SDM secara terukur.

Berdasarkan data internal, dari total 467 dosen UNIDA, saat ini terdapat 263 dosen profesional ber-NIDN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 dosen menjabat sebagai Lektor Kepala dan 115 dosen menjabat sebagai Lektor. Kelompok inilah yang menjadi basis kekuatan akademik potensial untuk diakselerasi menjadi Guru Besar.

Atas dasar data tersebut, Prof. Hamid optimis UNIDA Gontor akan memanen puluhan Guru Besar baru secara bertahap hingga dekade ini berakhir:
“Kita berharap dari data-data di atas tadi, tahun 2026 tahun ini insyaallah akan ada pengukuhan lagi 30 guru besar insyaallah. Tahun 2027 ada 30 guru besar lagi insyaallah. Tahun 2028 ada 40 guru besar. Tahun 2029 ada 40 guru besar. Tahun 2030 ada 50 guru besar. Mungkin lebih dari itu, insyaAllah,” ungkap Prof. Hamid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:B.Ec.B.Sc.Guru BesarM.AM.AgM.EcMIRKHProf. Dr. Drs. H. Nur Hadi IkhsanProf. Dr. Drs. H. Sujiat ZubiadiProf. Dr. H. Akhmad Affandi MahfudzProf. Dr. H. Syamsuddin ArifUNIDA GontorUniversitas Darussalam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Berita
24 September 2026 10:39
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

Terbaru

  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

28 September 2026 06:00
Berita

Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

28 September 2026 05:00
Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?