Hidayatullah.com – Pecatur papan atas Australia, Heather Richards, memilih untuk memboikot pertandingannya melawan ‘Israel’ pada Olimpiade Catur FIDE ke-46 yang digelar pada 15-27 September 2026.
Heather dengan tegas menyatakan bahwa keputusannya itu karena ‘Israel’ melakukan genosida.
“Saya melakukan ini karena Israel sedang melakukan genosida,” ujar Heather dalam pernyataan yang diterbitkan di Lichess pada Senin (28/09/2026). “Saya berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina,” tambahnya.
Richards, yang bermain di Papan 3 untuk tim putri Australia, mengumumkan keputusannya menjelang babak ketujuh turnamen tersebut.
Dalam pernyataannya, Richards mengatakan bahwa ia tidak ingin berpartisipasi dalam apa yang disebutnya sebagai “sportswashing” (menggunakan olahraga untuk memperbaiki citra) dan mempertanyakan mengapa ‘Israel’ diizinkan berkompetisi sementara Rusia tetap dilarang mengikuti ajang catur internasional menyusul invasi mereka ke Ukraina.
“Saya menentang genosida. Saya menentang apartheid Israel yang merampas hak-hak dasar dan martabat rakyat Palestina. Saya menentang pendudukan ilegal atas wilayah Palestina sebagaimana ditetapkan dalam putusan Mahkamah Internasional.”
Namun, aksi yang dilakukan Heather merupakan boikot pribadi, bukan pengunduran diri tim Australia dalam kompetisi beregu tersebut. Australia dan Israel tetap melangsungkan pertandingan beregu pada Babak 7, yang berakhir imbang 2–2 menurut hasil resmi turnamen.
Sebelumnya, Pakistan telah lebih dahulu melakukan boikot saat bertemu ‘Israel’, dalam turnamen tersebut. Tim Pakistan tidak memainkan satu pun dari empat pertandingan yang dijadwalkan, sehingga ‘Israel’ dinyatakan menang 4–0.
Pakistan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ dan tidak mengakui negara ‘Israel’.*




