Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2026 20:05 8:05 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Oktober 2026 20:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menara Masjid Shahi di Ujjain, Madhya Pradesh, India, roboh saat proses pembongkaran pada Kamis, 1 Oktober 2026. Bagian menara yang sedang diturunkan jatuh ke atap masjid dan merusak sebagian bangunan. Meski tidak ada korban jiwa maupun warga yang terluka dalam kejadian tersebut, warga Muslim menampakkan rasa kecewanya.

Peristiwa itu memicu pertanyaan dari pengurus masjid dan warga Muslim mengenai alasan pemerintah terburu-buru melakukan pembongkaran.

Sebelumnya, berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah kota, bagian bangunan yang terkena proyek pelebaran jalan memang sedang dibongkar secara bertahap oleh pengurus masjid dan anggota komunitas Muslim sendiri.

Seorang anggota komite Masjid Shahi mempertanyakan mengapa pemerintah ikut campur ketika masyarakat sedang membongkar bagian bangunan tersebut secara mandiri.

“Ketika orang-orang kami sedang membongkar masjid, menurunkan teralis dan merobohkan menara, mengapa harus terburu-buru? Mengapa harus turun tangan ketika menara sedang diturunkan?” katanya kepada The Indian Express.

Baca Juga

Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf

City Qazi Ujjain, Khaliqur Rehman, memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, menara roboh karena gangguan teknis pada alat pengangkat yang digunakan untuk menurunkannya.

“Kami mengerjakan bagian-bagian masjid dengan tangan kami sendiri. Ketika tiba waktunya menurunkan menara, kami meminta bantuan pemerintah dan pemerintah membantu. Karena gangguan teknis pada crane, tali pengikatnya putus sehingga menara jatuh ke atap,” ujarnya kepada The Times of India. Ia menegaskan menara tersebut tidak sengaja dijatuhkan.

Rehman juga meminta warga tidak berkumpul dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan. Ia mengatakan pekerjaan akan dilanjutkan dan bagian masjid yang rusak akan dibangun kembali.

Kronologi Pembongkaran

Sengketa Shahi Masjid bermula dari rencana Pemerintah Kota Ujjain memperlebar jalan yang menghubungkan Kanthal Chauraha dan Gopal Mandir.

Jalan sepanjang sekitar 900 meter itu direncanakan diperlebar menjadi 15 meter sebagai bagian dari persiapan menghadapi Simhastha 2028, salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Ujjain, kutip The Indian Express.

Sebagian bangunan Masjuid Shahi berada dalam jalur pelebaran. Rencana pemerintah mencakup bagian ruang salat atau Jamat Khana, menara setinggi sekitar 120 kaki, serta bagian depan yang dikenal sebagai Mazhar Chowk Shahi. Masjid tersebut tercatat sebagai properti wakaf.

Pengurus masjid menolak rencana tersebut dan meminta pemerintah menggunakan jalur alternatif atau mengambil bangunan di seberang jalan. Mereka berpendapat tempat ibadah semestinya tidak dimasukkan dalam jalur pelebaran.

Sengketa kemudian dibawa ke Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh. Pada 9 September 2026, majelis hakim di Indore menolak dua permohonan yang diajukan pihak pengelola masjid.

Pengadilan menyatakan pemerintah kota telah mengikuti prosedur hukum dan mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas serta keselamatan publik menjelang Simhastha 2028.

Pengadilan juga mencatat bahwa penertiban tidak hanya menyasar Shahi Masjid. Dalam putusannya disebutkan bagian dari 10 kuil dan satu masjid di ruas jalan tersebut telah ikut terkena penertiban, sementara pemerintah kota secara keseluruhan telah mengambil tindakan terhadap sekitar 80 tempat keagamaan di Ujjain.

Menjelang pelaksanaan pembongkaran, warga Muslim berkumpul di sekitar masjid dan berjaga sepanjang malam pada 27 September. Mereka membentuk barikade manusia dan menolak meninggalkan kawasan masjid.

Setelah pembicaraan dengan pemerintah, pengurus masjid dan pemerintah kota mencapai kesepakatan bahwa bagian yang terkena jalur jalan akan dibongkar sendiri oleh komunitas Muslim.

Mahkamah Tinggi kemudian menyelesaikan dua perkara banding setelah pihak masjid menyampaikan bahwa sengketa dengan pemerintah kota telah diselesaikan melalui kesepakatan, lapor India Today.

Namun, proses pembongkaran pada 28 September sempat memicu bentrokan. Sebagian warga melempar batu ke arah polisi. Aparat menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa.

Polisi kemudian menangkap sejumlah orang dan menyelidiki unggahan media sosial yang dinilai memicu ketegangan.

Polisi juga menyatakan beredar video yang menggambarkan seolah-olah seluruh Shahi Masjid dihancurkan dengan alat berat. Menurut polisi, video tersebut tidak benar karena yang dibongkar hanya bagian bangunan yang berada dalam jalur pelebaran jalan.

Masjid Bersejarah di Pusat Kota Ujjain

Shahi Masjid berada di Chatri Chowk, kawasan pasar tua Ujjain, di ruas jalan yang menghubungkan Kanthal Chauraha dan Gopal Mandir. Lokasinya hampir berhadapan dengan kompleks Mahakaleshwar Temple dan tidak jauh dari Sungai Kshipra. Posisi tersebut membuat kawasan sekitar masjid menjadi salah satu jalur penting ketika Ujjain menghadapi lonjakan jumlah pengunjung pada musim keagamaan.

Masjid ini dikenal sebagai “Shahi” atau “kerajaan”. Menurut keterangan sejarah lokal yang dikutip Free Press Journal, nama tersebut berkaitan dengan rombongan kerajaan, kafilah dan pejabat pemerintahan yang secara historis berkumpul di tempat itu untuk salat Jumat dan kegiatan keagamaan. Masjid tersebut juga tercatat sebagai properti wakaf.

Soal usia masjid, pengurus dan imam Mashid Shahi menyebut bangunan tersebut telah berusia sekitar 636 tahun, dengan sejarah yang disebut bermula pada 1390.

Imam Mohammad Ibrahim menyampaikan klaim itu kepada The Indian Express. Jika tahun tersebut benar, usia masjid pada 2026 mencapai 636 tahun.

Namun, usia tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Free Press Journal mengutip ahli arkeologi yang mempertanyakan klaim 636–650 tahun karena belum menemukan catatan arkeologis atau sejarah yang dapat memastikan tahun pembangunannya.

Sengketa yang kini terjadi bukan mengenai pembongkaran seluruh masjid. Pemerintah kota menyatakan hanya bagian yang masuk jalur pelebaran jalan yang diambil.

Tetapi bagi komunitas Muslim Ujjain, bagian yang dibongkar tetap merupakan bagian dari sebuah tempat ibadah dan bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keagamaan kota.

Pada 1 Oktober, ketika proses penurunan menara berakhir dengan robohnya sebagian struktur ke atap masjid, pemerintah memastikan tidak ada korban. Pengurus masjid menyatakan akan tetap melakukan pembongkaran secara damai dan melanjutkan upaya mempertahankan bagian masjid yang tersisa melalui jalur hukum dan aksi damai.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BuldozerHeadlineMadhya Pradeshmasjid IndiaMasjid Shahimenara masjidmuslim IndiaUjjain
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Berita
27 September 2026 16:44
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet

Terbaru

  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
  • Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania
  • Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
  • Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

3 Oktober 2026 10:17
Raja Yordania Abdullah II
Berita

Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania

3 Oktober 2026 09:50
BeritaCover Story

Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial

3 Oktober 2026 09:46
Berita

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’

1 Oktober 2026 20:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?