Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akibat Skandal Buku Kepala Militer Denmark Mundur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2009 10:27
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Kepala militer Denmark mengundurkan diri hari Minggu setelah Angkatan Darat dipaksa mengakui bahwa salah satu anggotanya bertanggung jawab atas terjemahan bahasa Arab yang menggambarkan operasi Denmark di Iraq dan Afghanistan.
 Laksamana Tim Sloth Joergensen mengundurkan diri setelah terbongkar bahwa seorang spesialis komputer militer menghasilkan terjemahan buku itu yang ditulis oleh mantan tentara pasukan khusus Thomas Rathsack.
 Buku berjudul “Ranger–At War with the Elite” (Penjaga Hutan– Berperang Dengan Kelompok Elit), menggambarkan misi di Afghanistan dan Iraq oleh Jaegerkorps, yaitu unit Angkatan Darat Denmark yang dilatih untuk operasi khusus dibelakang garis musuh.
 Pihak militer Denmark berusaha melarang peredaran buku itu karena mereka yakin buku itu dapat membahayakan pasukan Denmark diluar negeri. Tetapi pengadilan Denmark menolak upaya itu.
 Media lokal mengatakan seorang spesialis komputer militer menghasilkan terjemahan dalam bahasa Arab untuk membuat publik takut bahwa musuh-musuh Islam akan menggunakannya melawan pasukan Denmark. Ia diskors setelah membocorkan versi Arab itu ke media.
 Sebagaimana diketahui, lebih dari 700 tentara Denmark, di bawah komando Inggris, berada di Afghanistan. Mereka termasuk ikut bergabung dan mendukung pasukan NATO dalam memerangi pejuang Taliban dan merampas tanah Afghanistan bersama Amerika. Sebelumnya, 24 Tentara Denmark tewas sejak AS memimpin invasi ke Afghanistan pada 2001.
 Sebelum ini, senpat diberitakan pengakuan pihak militer Denmark secara jujur bahwa pihaknya merasa kewalahan menghadapi perlawanan para pejuang Taliban. Mereka bahkan memilih melakukan negosiasi dengan pejuang Taliban. Sementara itu, sebuah polling di Denmark menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Denmark tidak yakin pasukan Barat akan memenangkan perang di Afghanistan.
 Pejabat militer Denmark, Letnan Kolonel Bjarne Hoejgaard pada surat kabar Jyllands-Posten mengungkapkan, “Kami sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pimpinan lokal Taliban untuk mengakhiri kebuntuan.”
 “Kami harus melakukan dialog dan negosiasi yang intensif dengan Taliban, jika kami ingin damai di Afghanistan karena kami tidak mampu memberangus mereka,” ujar Letkol Hoejgaard setelah menjalankan misi di Afghanistan selama enam bulan.
 Skandal buku ini kemungkinan sebagai bentuk sikap pihak militer Denmark untuk bersemnyi dari keterlibatannya mendukung Amerika memerangi kelompok Islam di Iraq dan Afghanistan. [cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Tantawi Meminta Siswi Al-azhar Melepas Cadar
Tulisan selanjutnya Bawaslu Menduga, Tim Kampanye Mega-Pro Terima Dana Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?