Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hampir 450.000 Orang Afghanistan Meninggalkan Iran Sejak Juni

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juli 2025 00:07 12:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juli 2025 00:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hampir 450.000 orang Afghanistan telah kembali ke negeri asalnya dari Iran sejak awal bulan Juni tahun ini, setelah Teheran memerintahkan semua pendatang tanpa dokumen untuk angkat kaki sebelum 6 Juli.

Pada akhir Mei, Iran memerintahkan orang Afghanistan yang tidak memiliki dokumen untuk keluar dari wilayahnya. Menurut Teheran sekitar empat juta dari enam juta orang Afghanistan tinggal di Iran tanpa dokumen identitas dan perjalanan yang sah.

Jumlah orang yang melintasi pintu perbatasan naik sejak pertengahan Juni, bahkan ada hari-hari di mana sekitar 40.000 orang menyeberang ke Afghanistan.

Mulai 1 Juni sampai 5 Juli, sebanyak 449.218 orang kembali ke Afghanistan dari Iran, kata juru bicara IOM kepada AFP hari Senin (7/7/2025), sehingga jumlah total tahun inimenjadi 906.326.

Banyak di antara mereka yang kembali melaporkan bahwa mereka mengalami tekanan dari pihak berwenang atau ditangkap dan dideportasi, serta kehilangan uang karena harus bergegas pergi.

Baca Juga

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Banyak orang Afghanistan merantau ke Iran untuk mencari kerja, supaya dapat mengirimkan uang ke keluarga mereka di kampung.

“Kalau saya bisa mendapatkan kerja di sini (Afghanistan) dengan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya akan tinggal di sini,” kata Ahmad Mohammadi, salah satu yang baru pulang dari Iran, kepada AFP hari Sabtu.

“Tapi itu tidak mungkin, kami terpaksa harus pergi ke Iran lagi, atau Pakistan, atau negara lain,” kata Mohammadi, yang sedang berlindung mencari sokongan di pusat resepsi IOM di pintu perbatasan Islam Qala di Provinsi Herat.

“Memaksa atau menekan orang Afghanistan supaya pulang ke negerinya justru akan memperburuk instabilitas di kawasan itu, dan mendorong pergerakan orang menuju Eropa,” kata badan urusan pengungsi UNHCR dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

Para pejabat Taliban berulang kali menyerukan supaya orang Afghanistan diberikan kesempatan untuk pulang secara bermartabat.

Media Iran kerap melaporkan penangkapan pendatang “ilegal” Afghanistan di berbagai daerah di Iran.

Wakil Menteri Dalam Negeri Iran Ali Akbar Pourjamshidian hari Kamis mengatakan bahwa sementara orang Afghanistan yang tinggal secara ilegal di negara itu merupakan “tetangga yang terhormat dan saudara seiman”, tetapi Iran hanya memiliki kemampuan terbatas untuk menampung pendatang asing.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistaniran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Kepolisian Afrika Selatan Dicurigai Punya Hubungan dengan Geng Kriminal Pembunuh
Tulisan selanjutnya Bermusuhan dengan Trump, Elon Musk Umumkan Partai Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?