Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pejabat Dihimbau Gunakan Bahasa Nasional

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2011 10:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang banyak menggunakan istilah asing mendapat banyak tanggapan dari masyarakat. Umumnya, mereka tak ingin simbol negara terlalu banyak menggunakan bahasa asing.

 
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, pidato  SBY tak sesuai UU. Menurutnya,  pejabat negara wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
 
“Sesuai UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara mewajibkan pejabat negara menggunakan bahasa yang baik dan benar,\” kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (4/1).
 
Menurut Pramono, Presiden adalah simbol negara. Karena itu, SBY diharapkan melakukan pidato dengan bahasa yang resmi.
 
“Sesuai dengan ejaan berbahasa yang baik dan benar,\” kritik Pramono Anung.
 
Sementara itu, Juru Bicara Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, membela SBY dengan mengatakan, harusnya masyarakat melihat substansi pidato SBY itu.
 
\”Kita lihat substansinya. Jangan substansinya menjadi terabaikan oleh penggunaan istilah-istilah yang mungkin dari sisi fungsinya lebih untuk memberikan aksentuasi dalam makna dari pidato itu sendiri,\” kata Faiza.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden SBY Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sambutan dan pengarahan di hadapan para pelaku bursa saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1). Dalam pidatonya, Presiden tak sedikit melontarkan kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang justru membuat para pendengarnya bingung.
 
Tak hanya kali ini saja, Presiden menggunakan istilah Inggris namun hampir dalam setiap pidatonya, baik dalam acara terkait bidang ekonomi maupun bidang yang lain. Hanya saja terasa berbeda dalam pidatonya hari ini, penggunaan istilah dalam bahasa Inggris sangat melimpah.
 
Jika dihitung, SBY menggunakan istilah dalam bahasa Inggris sebanyak 24 kali pada 30 menit pertama pidatonya. Padahal, pidato SBY hari ini berdurasi lebih dari satu jam. Misalnya pada awal pidato, Presiden mengatakan \”Dalam melakukan evaluasi, kita harus merujuk pada parameter dan ukuran yang jelas. Correct Measurement,\” kata Presiden pada menit-menit pertama sambutannya.
 
Selanjutnya, kalimat \”Pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat, atau dengan bahasa bebas saya katakan minimizing the impact of the global economic crisis,\” dalam salah satu petikan istilah Inggris yang disampaikan SBY.
 
Keberhasilan perekonomian Indonesia di tahun 2010 ini mencapai 6 persen lebih. Tak lupa, ungkapan ini juga dia sampaikan dalam bahasa Inggris. \”Insya Allah tahun 2010 ini kita bisa mencapai enam persen, close to six percent,\” ujar Presiden.
 

Akibat penggunaan bahasa Inggris yang terlalu banyak,  para awak media yang meliput acara ini pun jadi malas untuk mencatatnya. Sebagian bahkan mentertawakan SBY hingga mereka mendapat teguran dari  pasukan pengamanan presiden (Paspampres).  [mtv/kom/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makan dan Berguraulah Sebagaimana Muhammmad
Tulisan selanjutnya OKI akan Berperan Jembatani Kesenjangan Sunni-Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

Berita
8 Juni 2026 19:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?