Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ekonomi Indonesia dinilai Lemah dan Dibayangi Resesi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 November 2019 16:34 4:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 November 2019 16:34
Bagikan
Memed Sosiawan Ketua Bidang EKUINTEKLH DPP PKS Majelis Reboan Hidayatullah
Bagikan

Hidayatullah.com– Resesi ekonomi alias kemerosotan ekonomi dunia dan Indonesia dinilai oleh Ketua Bidang EKUINTEKLH DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Memed Sosiawan bersifat pasti.

“Resesi itu membayangi ekonomi global, jadi memang pasti. Jadi di Indonesia itu pasti. Pengaruhnya biasanya 3 sampai 4 bulan. Yaitu karena trade war (perang dagang) yang sebenarnya lanjutan daripada currency war (perang mata uang) yang diawali dengan oil war,” ulasnya.

Hal itu disampaikan Memed saat memaparkan materi “Tadabbur dan Prediksi Ekonomi Keuangan dan Industri Pasca Terbentuknya Kabinet Indonesia Maju” di Forum Majelis Reboan DPP Hidayatullah di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

Indonesia kian serius menghadapi masalah ekonomi saat melihat transformasi struktur ekonomi Indonesia yang bisa dikatakan cenderung melemah.

“Sejak Indonesia merdeka sampai tahun 1985, sektor pertanian masih memberikan kontribusi yang tertinggi terhadap PDB dibandingkan dengan sektor lainnya. Dan, pemberi kontribusi yang kedua adalah sektor pertambangan. Namun sejak 1995 kontribusi yang tinggi dari sektor pertanian dan sektor pertambangan mulai digantikan oleh sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan hotel dan restoran.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meskipun sampai 2010 kontribusi sektor industri dan pengolahan terus meningkat sejak tahun 1985. Namun setelah terlihat bahwa kontribusi sektor industri dan pengolahan cenderung menurun terus dan penurunan kontribusinya diisi oleh kontribusi sektor keuangan dan sektor jasa,” urainya.

Kebijakan pemerintah yang cenderung menomorsatukan infrastruktur juga perlahan namun pasti akan mengubah mata pencaharian rakyat.

“Jadi kita antisipasi dengan adanya jalan tol maka ini akan banyak jadi migrasi. Para petani pindah jadi buruh, buruh kemudian menjadi pekerja lepas, dan kemudian pindah ke kota. Jadi Indonesia lemah,” tegasnya.

Kondisi ini dinilai kian memburuk jika memperhatikan sektor tambang.

“Kenapa tambang ini, tambang kan kita kelola barang mentah dikeruk dijual lama-lama habis. Kalau habis bagaimana kira-kira, itu pertanyaan kita terhadap masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Memed pun menilai, China juga tertarik ke Indonesia karena sektor tambang.

“Ya, untuk ngeruk tambang ini. Karena tidak ada investor yang mau masuk ke sektor pertanian,” urainya.*/Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiinfrastrukturMajelis ReboanMemed SosiawanpertambanganpertanianPKSresesi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Jokowi: Negeri Ini Sudah Kebanyakan Peraturan
Tulisan selanjutnya Salam Lintas Agama dan Toleransi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?