Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah: Sebenarnya Sasaran Densus Teroris atau Umat Islam?

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Maret 2016 10:32 10:32 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 Maret 2016 10:28
Bagikan
Mustofa B. Nahrawardaya, saat di Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com – Penanganan terduga teroris kembali menimbulkan persoalan yang mengundang banyak reaksi kontra terhadap kinerja Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88. Dalam hal ini, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah, Mustofa B. Nahrawardaya menyatakan, setidaknya ada empat persoalan yang perlu diungkap.

Pertama, katanya, adalah soal anggaran yang kemungkinan berpengaruh terhadap perilaku personil termasuk seperti penangkapan dan penyiksaan kepada para terduga.

“Karena mungkin mereka lebih semangat sehingga kemudian anggarannya naik, gajinya naik, seolah-olah bisa berbuat seperti itu dan bisa dihargai dengan kenaikan tunjangan. Lagipula anggaran itu selama ini tidak pernah diaudit, baik densus maupun BNPT,” ujar Mustofa kepada hidayatullah.com usai mengisi Tabligh Akbar Alumni Haji di Auditorium RS Bani Saleh Jalan Kartini 66 Bekasi dengan tema masalah penanganan kasus terorisme, Ahad (20/03/2016).

Kedua, lanjutnya, soal represifitas yang walaupun memiliki kewenangan sebagai penegak hukum, tetapi seringkali pada prakteknya justru melanggar hukum.

“Kadang-kadang bahkan sebagian besar mereka (para personil Densus) tidak menerima surat perintah penahanan, dia diberikan itu setelah ditangkap, setelah diduga, dan kalau keluarganya tidak minta tidak pernah dikasih, ini kan melanggar. Jadi penegakan hukum dengan melanggar hukum pula, ini nggak boleh,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selanjutnya, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) ini juga mempertanyakan soal sasaran dari Densus, apakah benar teroris atau justru adalah umat Islam.

“Sebenarnya sasaran mereka itu teroris atau umat Islam, ini perlu dijawab, karena selama ini yang tidak pernah terjawab adalah kenapa terorisme termasuk radikalisme selalu sasarannya adalah umat Islam,” ungkap Mustofa.

Ia menjelaskan, salah satu indikasinya, hampir seluruh penelitian terkait terorisme yang dilakukan para peneliti dalam rangka membantu tugas BNPT dan Densus, selalu umat Islam yang dijadikan objek.

“Entah itu rohisnya, gurunya, lembaganya, pokonya selalu umat Islam. Tidak pernah umat lain yang diteliti, padahal mereka tidak bisa berbuat seperti itu tanpa pemicu dari pihak lain,” paparnya.

Persoalan terakhir, terang Mustofa, menyangkut Tim Pengacara Muslim (TPM) yang biasanya mendampingi para terduga dalam menjalani proses hukum.

Ia menceritakan, tiga tahun lalu, TPM pimpinan Mahendradatta dan Achmad Michdan mengajukan peresmian sebagai organisasi berbadan hukum ke KUMHAM untuk membuat posisi TPM sebagai kelompok yang legal dan bisa mendampingi di berbagai tempat. Namun, kata dia, upaya ini ditolak.

“Ternyata baru sekarang katahuan, bahwa ada TPM-TPM lain. Padahal semua tahu kalau TPM pak Michdan dan Mahendradatta ini mendampingi para terduga yang belum tentu bersalah. Tapi karena didampingi oleh TPM-TPM yang tidak jelas, para terduga justru jadi bersalah di pengadilan,” ungkap Mustofa.

“Kenapa TPM palsu ini tidak bagus, karena mereka jarang sekali menemui wartawan, menemui Komnas HAM, termasuk mengkritik Densus 88, padahal jelas ada pelanggaran, kenapa sebagai lawyer tidak pernah melakukan advokasi terbuka,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:densusDetasemen Khusus Anti Teror 88MuhammadiyahMustofa B. Nahrawardayaterorisumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ujian Diberikan Sesuai Tingkat Keimanan
Tulisan selanjutnya Pejabat Israel: Erdogan Masalah Bagi Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?