Hidayatullah.com—Pejabat Israel mengatakan, Turki merupakan “masalah” bagi Israel selama pemimpinnya memiliki “sikap islam” dalam memimpin negara, demikian dikatakan Wakil Ketua Staf Golan Yair.
Dalam laporan koran harian Israel Haaretz Yair mengatakan bahwa Israel harus bersiap akan terdapat lebih banyak “masalah dan tantangan” demikian dikutip laman middleeastmonitor.com, Sabtu (19/03/2016).
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Barack Obama bertahun-tahun telah menjadi memediasi Israel dan Turki dalam memperbaiki hubungan diplomatik yang telah terputus karena serangan Israel pada kapal Turki pada 2010.
Dari waktu ke waktu, pemerintah Turki mengumumkan mereka semakin mencapai kesepakatan dengan Israel, tetapi pejabat Israel tidak mempunyai harapan terhadap akan terjadinya rekonsiliasi.
Pernyataan Yair tersebut dikatakan pada sebuah pidato di Begin-Sadat Peace Centre di Universitas Israel Bar Ilan.
Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Turki mengatakan bahwa tidak akan ada rekonsiliasi dengan Israel tanpa dilakukannya tiga syarat: Israel harus meminta maaf atas serangan mereka pada kapal Turki, memberi kompensasi bagi para keluarga terbunuh dan mengakhiri penjajahan di Gaza.*/Nashirul Haq AR