Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sepanjang 1917-1971, Ideologi Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Mei 2016 06:54 6:54 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 Mei 2016 08:40
Bagikan
Sastrawan Taufiq Ismail
Bagikan

Hidayatullah.com –Sastrawan dan budayawan, Taufiq Ismail mengatakan, sulit memaparkan tentang bagaimana bahaya ideologi komunis dengan teori. Hal itu, kata dia, karena ciri orang komunis adalah berdusta, sehingga jika disampaikan tentang begitu kejamnya ideologi tersebut, maka itu tidak akan diakuinya.

“Ada tujuh belas cara mereka dalam berjuang, nomer satu adalah berdusta,” ujar Taufiq dalam sebuah diskusi di Kantor Pengurus Pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (24/05/2016).

Ia menjelaskan, baiknya meneropong komunisme dalam angka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chang dan Halliday (2006), Courtois (2000), Ratanachaya (1996), Rummel (1993) dan Nihan (1991). Taufiq memaparkan, bahwa sepanjang tahun 1917 hingga 1971, ideologi komunis telah membantai sekitar 120 juta orang.

“Sehingga rata-rata setiap tahunnya mereka membunuh 1,6 juta orang atau 4500 dalam sehari. Yang berlansung selama 74 tahun,” jelasnya.

Padahal, kata Taufiq, menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak ada penyakit menular sekalipun yang bisa menandingi angka kematian tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saya pergi ke pengurus IDI, saya bertanya penyakit menular mana yang bisa menandingi angka ini. Kemudian mereka menjawab tidak ada. Karena yang paling tinggi itu rokok, membunuh 1200 orang sehari, disusul narkoba 50 orang sehari,” ungkapnya.

Dari jumlah 120 juta orang tewas itu, paparnya, terbanyak adalah rezim Uni Soviet dengan pembantaian 61 juta jiwa. Dan dalam jumlah itu, lanjutnya, Stalin bertanggungjawab terhadap 43 juta orang tewas.

Pembantai kedua, sambung Taufiq, adalah RRC, sebanyak 40 juta yang dibunuh. Ketiga, pembantai paling garang adalah Pol Pot di Kamboja, yang membunuh 2 juta selama 3 tahun dari total penduduk 7 juta orang.

Sedangkan berdasarkan para penjagalnya, terang Taufiq, Lenin membunuh 500 ribu orang, Stalin 43 juta, Mao Tse Tung 70 juta, dan Pol Pot 2 juta orang. Penyebab terbesar kematian yakni karena kerja paksa, kegagalan ekonomi dan dibantai atau dibunuh.

“Kita sekarang enak saja baca angka-angka ini, tapi bisakah kita bayangkan ada jutaan orang mati di kamp kerja paksa, mayat bergelimpangan. Maka bukalah itu buku-buku dokumentasi komunisme, banyak kita saksikan foto-fotonya,” ucapnya.

Komunis Bangkit dalam Wajah Baru, Banyak Generasi Muda Tak Mengenalinya

Untuk itu, menurut Taufiq, Indonesia harus waspada terhadap bangkitnya komunisme yang dengan gaya baru ini. Dikarenakan, jelasnya, selain ingin balas dendam, ideologi ini juga haus darah, pandang enteng nyawa manusia, anti tuhan, anti perdamaian, immoral dan pura-pura pro demokrasi.

“Walaupun disamping upaya itu, sebagai bangsa kita juga harus membasmi kebodohan, mengentaskan kemiskinan, menghabisi korupsi, meredam kekerasan serta menegakkan hukum dan keadilan,” pungkas Mantan Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KGBKomunis Gaya BaruPartai Komunis IndonesiaPKITaufiq Ismail
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelik Ceri dan KEBUN yang Serba Mengerti
Tulisan selanjutnya Mencari Sains Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?