Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Komunis Bangkit dalam Wajah Baru, Banyak Generasi Muda Tak Mengenalinya

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Mei 2016 11:53 11:53 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Mei 2016 11:53
Bagikan
Sastrawan Taufiq Ismail
Bagikan

SEBULAN ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan isu bangkitnya ideologi Komunis gaya baru. Hal itu, dapat kita lihat dari maraknya orang-orang yang mengenakan atau menampakkan atribut dengan simbol Palu dan Arit, serta diselenggarakannya simposium yang terkesan memberikan jalan untuk golongan kiri tampil menyuarakan tuntutannya kepada bangsa ini.

Hidayatullah.com berkesempatan mewawancarai sastrawan dan budayawan senior, Taufiq Ismail,  sosok yang dikenal  lantang melawan Partai Komunis Indonesia (PKI).  Berikut petikan wawancaranya;

Bagaimana menurut Anda soal Komunis Gaya Baru ini?

Sekarang orang yang masih menganut ideologi ini tentu saja mereka tidak tergabung dalam partai, karena PKI itu sudah bubar.

Mereka berkelompok, dan kelompok ini dapatlah kita sebut sebagai Komunis Gaya Baru (KGB). Walaupun kita juga tahu bahwa ada dari mereka itu yang melakukan kongres PKI, dan itu sudah dilakukan beberapa kali.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Dalam konstelasi sejarah, Indonesia telah membubarkan partai komunis ini setengah abad yang lalu, pada waktu ideologi ini berjaya di dunia. Tapi mereka sudah menghianati Indonesia tiga kali, dan kita membubarkan mereka. Kita dikagumi oleh orang-orang anti komunis seluruh dunia.

Dan pada 1998, Boris Yaltsin, sebagai bekas ketua partai komunis Uni Soviet itu membubarkan partai komunis. Ketika dia membubarkan itu dunia gempar, bayangkanlah itu. Apa alasannya? Katanya ideologi kami ini sudah bangkrut, tidak dapat lagi melakasanakan program-programnya.

Tentu saja bersamaan dengan itu, 24 negara komunis dari 28 negara membubarkan diri. Apa sebabnya, sebabnya adalah karena mereka menjagal manusia 120 juta orang. Selama 74 tahun di 76 negara, yang berarti dalam seharinya mereka membunuh 4500 orang.

Dalam konteks Indonesia, apakah Komunis bisa bangkit lagi saat ini?

Begitulah ideologi ini, kita karena cepat sekali membubarkannya, kemudian kita terlena. Banyak dari generasi muda malah tidak kenal dengan ideologi ini. Dan itu bukan kesalahan mereka, itu kesalahan kami, dari generasi tua yang mengalami itu lalai memberitahu ini.

Baca: Anomali itu Bernama Komunisme

Apa sebabnya lalai? Ya karena sudah 50 tahun itu. Nah mereka itu bangkit lagi sekarang dalam bentuk bermacam-macam seperti yang kita ketahui.

Menurut Anda bagaimana sikap Pemerintah saat ini  terhadap ideologi ini?

Setiap siapa saja yang duduk di pemerintahan dia akan bertindak politis. Nah kalau ada dari pemerintah ini yang pro terhadap yang kiri, pasti itu langkah politis. Langkah yang diambil untuk mengambil keuntungan, apakah itu keuntungan kelompok, partai, ideologi, atau pribadi.

Seberapa banyak orang yang masih menganut ideologi ini yang berada di kursi Pemerintahan?

Sudah cukup banyak, dan ini harus dihadapi dengan sungguh-sungguh. Dan saya dengan pertemuan seperti hari ini (diskusi mengenai PKI), saya menyambut sekali.

Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi generasi muda yang tidak cukup faham soal ideologi ini dan menganggap sepele kebangkitan Komunis?

Nah ini yang kita hadapi sekarang, kita beritahu baik-baik. Saya sebagai orang yang menglami zaman itu, saya menulis, ada buku-buku saya, dan saya berharap bisa membawakan ini di kampus-kampus. Supaya generasi muda bisa menghayatinya.

Dan yang penting sekali, saya berpesan, literatur atau buku-buku yang ditulis belakangan ini mengenai kebangkitan golongan kiri ini itu dibaca. Baca!.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KGBKomunis Gaya BaruPartai Komunis IndonesiaPKITaufiq Ismail
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasehat untuk Suami Isteri [2]
Tulisan selanjutnya Garuda Akan Angkut 79.020 Ribu Jamaah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?