Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penanganan Kasus Penyerangan Novel, Haris Azhar: Ada Tarik-menarik Kepentingan

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Juli 2017 11:05 11:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Juli 2017 11:05
Bagikan
Mantan Koordinator KontraS, Haris Azhar (kiri), di gedung Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (26/07/2017), dalam jumpa pers soal kasus penyerangan Novel.
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengungkapkan sebab lambatnya penanganan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurutnya, ada tarik-menarik kepentingan antar penegak hukum baik di institusi Polri maupun KPK.

Bahkan, menurut Haris, tim yang dibentuk antara Polri dan KPK untuk mengusut kasus ini hanya ‘tim konferensi pers’. Hal itu, kata dia, karena sampai kemarin Novel setidaknya tidak pernah dihubungi oleh tim tersebut.

“Petunjuk dan alat buktinya banyak. Masalahnya saat ini ada saling sandera kepentingan antara kepolisian dan KPK,” ujarnya di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (26/07/2017).

Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Beberkan Kejanggalan Penyidikan Kasus Penyerangan Novel

Aktivis HAM ini menyebut, ada barang bukti yang diambil atau tercederai keamanannya oleh pihak tertentu. Yang kemudian dijadikan sandera atau tarik-menarik di internal Polri sendiri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami bisa mengendus ada kelompok kepentingan yang memainkan kasus Novel ini,” ungkapnya.

Haris meyakini, sejumlah pihak dan petinggi kepolisian mengetahui apa yang terjadi dalam kasus Novel ini, termasuk juga Kapolri.

“Kalau saya saja tahu, masa Kapolri atau Ketua KPK tidak tahu. Jabatan sebegitu tingginya menurut saya mereka tahu kondisi ini,” tandasnya.

Haris sendiri, bersama pegiat Koalisi Masyarakat Sipil lainnya belum lama ini sempat menjenguk Novel Baswedan di Singapura. Ia mengatakan, kondisi mata Novel kian membaik.

Baca: Novel Menegaskan, Usaha Para Penyerangnya Mau Hentikan Pemberantasan Korupsi akan Sia-sia

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin membantah adanya keterlibatan jenderal dalam teror penyiraman air keras terhadap Novel.

Syafruddin mengklaim, isu itu sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba Polri dengan KPK. Bahkan, tak menutup kemungkinan, klaimnya, isu tersebut dihembuskan untuk memperburuk situasi Novel.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:air kerasHaris Azharkasus korupsikekerasanKoalisi Masyarakat Sipilkomisi pemberantasan korupsiKontrasKorupsiKPKkriminalisasiNovel BaswedanNovel Baswedan Disiram Air KerasPemuda MuhammadiyahPenyidik KPKPolri-KPK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panglima TNI: MUI Penjaga Pancasila, Bikin Bangsa Jadi Kuat
Tulisan selanjutnya Koalisi Masyarakat Sipil Dorong Kasus Penyerangan Novel Ditangani Tim Independen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?