Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

OTT Caleg Golkar, Dahnil Heran KPK Tak Buka Amplop ‘Serangan Fajar’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 Maret 2019 14:17 2:17 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 Maret 2019 14:17
Bagikan
Bowo Sidik Pangarso.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kader Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, yang juga Anggota Komisi VI DPR RI.

Namun, Dahnil yang merupakan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu heran sekaligus mempertanyakan, kenapa Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, enggan membuka amplop yang diduga untuk “serangan fajar” Pilpres 2019 dalam konferensi pers semalam.

“Saya apresiasi OTT terhadap politisi Golkar, tapi Bu Basaria @KPK_RI kenapa tidak dibuka dan tunjukkan 400 ribu amplop-amplop yang berisi uang 20 ribuan dan 50 ribuan yang diduga ada cap jempolnya itu?” ungkap Dahnil lewat akun media sosialnya di Twitter dan Instagram pengamatan hidayatullah.com diunggah pada Jumat (29/03/2019).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengatakan, selama ini kebiasaan KPK ketika konpres selalu membuka barang bukti.

“Kenapa Bu Basaria melarang membuka barang bukti termasuk 400 ribu amplop-amplop yang sudah ada kode-kode capres tertentu tersebut. Publik perlu tahu,” sebutnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bahkan ada salah satu media online yang awalnya menulis diduga untuk Pilpres, KPK tak membuka amplop kemudian dirubah menjadi diduga untuk serangan fajar 🙂 hehehe,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Bowo Sidik Pangarso diduga telah menerima suap sebesar Rp 310 juta dan US$ 85.130 alias sekitar Rp 1,2 miliar dari Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti.

Selain dari PT HTK, Bowo juga diduga telah menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah pihak lain yang totalnya mencapai Rp 8 miliar. Suap dan gratifikasi itu diduga dikumpulkan caleg petahana Golkar dari dapil Jawa Tengah II tersebut untuk “serangan fajar” pada hari pencoblosan Pemilu 2019.

Uang dalam bentuk pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000 tersebut telah dimasukkan dalam 400.000 amplop dengan 84 kardus.

Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/03/2019) malam, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan, Bowo Sidik Pangarso diduga telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan-penerimaan terkait jabatan yang dipersiapkan untuk “serangan fajar” pada Pemilu 2019 nanti.

Ketika ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Bowo Sidik Pangarso menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar.

Bahkan beredar informasi di kalangan awak media, amplop tersebut disiapkan untuk “serangan fajar” terkait Pilpres. Dugaan ini menguat karena dalam konferensi pers semalam, saat tim KPK menunjukkan beberapa amplop yang berada di luar kardus, diwarta media, terlihat tanda seperti cap ujung jempol warna hijau di sisi luar amplop.

Menurut Basaria, tidak ada cap jempol atau indikasi amplop tersebut untuk “serangan fajar” terkait pilpres. Menurut Basaria, berdasarkan pengakuan Bowo Sidik Pangarso, amplop itu dipersiapkan untuk kepentingan dirinya pribadi sebagai caleg.

Diketahui Partai Golkar merupakan salah satu parpol koalisi pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Golkar telah memecat Bowo Sidik Pangarso sebagai pengurus DPP Partai Golkar setelah terkena OTT KPK tersebut.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (29/03/2019), membantah jika partai beringin tersebut memerintahkan setiap calon untuk melakukan serangan fajar.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Basaria PanjaitanBowo Sidik PangarsoDahnil Anzar SimanjuntakKorupsiKPKOTT KPKPartai GolkarPemilu 2019Pilpres 2019serangan fajar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dermawan Hamba Allah Kasih Santunan Rp 5 Juta ke Tiap Korban Banjir Papua
Tulisan selanjutnya Misteri Cap Jempol di Amplop ‘Serangan Fajar’ Caleg Golkar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?