Hidayatullah.com— Ribuan warga Turki berkumpul pada hari Ahad kemarin sewaktu kapal bantuan yang menjadi target serangan maut Israel pada bulan Mei lalu merapat di pelabuhan Sarayburnu, Istanbul. Ribuan warga Turki dan aktivis pro-Palestina menyambut dengan meriah kembalinya kapal bantuan Mavi Marmara ke Istanbul, Ahad 26 Desember 2010.
Kapal Mavi Marmara, melewatkan tujuh bulan terakhir ini dengan menjalani perbaikan di sebuah pelabuhan di pesisir Laut Tengah. Sewaktu kapal ini tiba, banyak di antara hadirin berseru Allahu Akbar.
Serangan Israel terhadap kapal yang sedang berupaya mengirim bantuan untuk Jalur Gaza itu menyebabkan sembilan orang tewas, mayoritas adalah warga Turki.
Sementara itu, Israel sekali lagi menolak tuntutan Turki supaya minta maaf karena telah menyerang sebuah kapal Turki dan menewaskan sembilan orang bulan Mei lalu. Kata Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman hari Minggu, Turki-lah yang harus minta maaf kepada Israel karena telah mendukung aksi teror.
Kapal Turki Mavi Marmara sedang berlayar ke jalur Gaza dengan membawa bantuan bagi warga sipil ketika diserang oleh pasukan komando Israel. Kata Israel, Turki telah melanggar blokade atas Jalur Gaza dan pasukan Israel melepaskan tembakan sebagai tindakan bela diri.
Turki menarik dutabesarnya dari Israel dan menuntut permintaan maaf dari pemerintah Israel, tapi permintaan itu tidak digubris oleh Israel. Kemarin, menteri luar negeri Turki, Ahmed Davutoglu mengulangi tuntutan itu.
Mestinya tak membunuh sembilan
Sebelum ini, hari Rabu (15/12), Danny Danon, seorang anggota DPR dari Partai Likud, “menghina” pada Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan di depan anggota dewan Israel.
Ia membacakan sebuah surat untuk Erdogan yang dibacakan hari di Knesset. Kepada Erdogan, Danny Danon mengatakan, meminta maaf jika tentara Zionis-Israel yang hanya membunuh sembilan orang penumpang Kapal Mavi Marmara menuju Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan, yang ia sebut sebagai “teroris”.
\”Karena hubungan kita yang sangat baik, dan penghormatan Anda yang sangat besar kepada negara Israel dan Zionis, saya harus meminta maaf karena (pasukan) komando AL yang, ketika mereka tiba di kapal disambut oleh perlawanan teroris bersenjata yang bertujuan membunuh mereka, tidak segera membela diri dengan menembak, dan malah bersikap menahan diri terhadap para \’aktivis perdamaian pura-pura\’ yang berusaha membunuh mereka,\” kata Danon. [voan/jp/cha/hidayatullah.com]
Israel Tolak Minta Maaf Insiden Mavi Marmara
