Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Syeikh Salamah Al-Azhar Jelaskan Beda “Dzalim” dan “Kafir” antara Iran–Israel

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Juli 2025 11:31 11:31 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Juli 2025 11:28
Bagikan
Syeikh Salamah Abd al Qawi, akademisi senior dari Universitas Al Azhar Kairo
Bagikan

Hidayatullah.com—Syeikh Salamah Abd al‑Qawi, akademisi senior dari Universitas Al‑Azhar Kairo, membedakan secara tegas antara dua konsep hukum Islam: Dzalim (pelaku kezaliman) dan kafir (yang keluar dari Islam), khususnya saat menanggapi perang Iran–‘Israel’. Penegasan ini disampaikan dalam program televisi Li Wijhatillah, yang baru ditayangkan beberapa minggu lalu.

Menurut Syeikh Salamah Iran memang berlaku dzalim (misalnya dalam kasus Suriah, red), meski demikian mereka tetap Muslim.

“Oh ini, Syeikh? Apakah Iran Muslim? Tentu saja Muslim,” ujarnya.

Pernyataan itu ditegaskan menanggapi klaim yang menyamakan Iran sebagai keluar dari Islam karena dukungan terhadap kelompok Syiah atau kebijakannya di beberapa negeri Sunni selama ini.

Meskipun kebijakan Iran dinilai kurang adil bahkan kejam, Iran tetaplah berstatus negara berpenduduk Muslim, bukan kafir. “Iran Muslim, yas, meski bisa dzalim,” tambahnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Selanjutnya Syeikh Salamah menjelaskan pentinya umat Islam membedakan antara dua konsep: dzalim dan kufur.

Dzalim bisa jatuh pada orang atau negara yang melakukan kezaliman atau pelanggaran—meski masih berstatus Muslim.

Sedang kufar adalah mereka yang menolak iman dan keluar dari Islam—ini kategori yang berbeda secara hukum syariat.

Dalam konteks ini, Israel, yang menurut Syeikh Salamah telah melakukan agresi terhadap umat Muslim dan wilayah suci tanpa landasan keimanan—menempatkannya pada kategori kafir dalam maqasid syariah.

Menkritik terhadap Iran tetap dibolehkan, bahkan perlu diungkap bila terjadi kezaliman, tapi tidak boleh mudah mengatakan kafir.

Baginya penjajah Israel lebih mudah dikategorikan sebagai tindakan luar nilai Islam, sehingga dalam perspektif ini, Israel dipandang kafir karena bertindak bertolak belakang dengan prinsip Islam dan nilai kemanusiaan universal.

Sebagaimana diketahui, Program Li Wijhatillah adalah acara Al‑Azhar yang kerap menyoroti isu teologis kontemporer.  Syeikh Salamah dikenal sering menjelaskan pentingnya menjaga solidaritas umat Islam, tanpa terjebak narasi sektarian.

Mengutuk Penjajah

Sebelum ini, Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Ahmad al-Tayyib, mengutuk keras agresi ‘Israel’ yang sedang berlangsung terhadap Iran, memperingatkan bahwa tindakan pendudukan tersebut bertujuan untuk menjerumuskan kawasan tersebut ke dalam kekacauan dan konflik yang meluas.

Dalam sebuah posting di X, Syeikh al-Tayyib menyatakan bahwa “serangan sistematis dan kecerobohan yang sedang berlangsung oleh entitas ini dimaksudkan untuk menyeret seluruh kawasan ke ambang ledakan, memicu perang skala penuh yang hanya menguntungkan para pedagang darah dan senjata.”

Pesan tersebut, yang ditulis dalam bahasa Persia secara khusus dan belum pernah terjadi sebelumnya, menandakan isyarat solidaritas yang signifikan dengan rakyat Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional mengingat perang yang dilancarkan oleh rezim penjajah terhadap negara tersebut.

Imam Besar menekankan bahwa diamnya masyarakat internasional dalam menghadapi agresi penjajah ‘Israel’ sama dengan keterlibatan dalam kejahatan tersebut.

“Keheningan ini, dan kegagalan untuk mengakhiri tirani tersebut, hanya akan membahayakan keamanan global,” katanya. “Perang tidak dapat menciptakan perdamaian.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dzalimHeadlinehukum IslamkafirKeluar dari Islampelaku kezalimanperang iran israelPilihan RedaksiSyeikh Salamah Abd al‑QawiUniversitas Al‑Azhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menusantarakan Tanpa Takut Ngarab
Tulisan selanjutnya Inilah Daftar Perusahaan Raksasa Pendukung ‘Israel’ dalam Aksi Genosida ke Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?