Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Ilmuwan ‘Temukan’ Vaksin HIV

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Februari 2015 21:13 9:13 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Februari 2015 21:13
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SATU pendekatan baru yang radikal terhadap vaksinasi tampaknya benar-benar melindungi monyet dari HIV, seperti dilaporkan tim ilmuwan di AS.

Vaksin biasanya melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Tapi kali ini, para peneliti di Scripps Research Institute di California telah mengubah DNA monyet untuk memberikan perlengkapan melawan HIV ke dalam sel-sel mereka.

Tim itu menggambarkannya sebagai “perkembangan besar” dan berkehendak segera memulai percobaan terhadap manusia. Para pakar independen mengatakan, gagasan itu “sangat patut dipertimbangkan.”

Teknik ini menggunakan terapi gen untuk mendapatkan bagian DNA yang baru di dalam sel-sel otot yang sehat.

Pita DNA itu mengandung instruksi-instruksi pembuatan perangkat untuk menetralisir HIV, yang kemudian dipompa keluar ke dalam aliran darah secara terus menerus.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dilaporkan dalam jurnal Nature, percobaan itu menunjukkan, monyet-monyet itu terlindung dari semua jenis HIV untuk setidaknya 34 minggu.

Ini diimbangi sistem perlindungan terhadap dosis yang sangat tinggi, yang setara dengan jumlah virus baru yang akan diproduksi pada pasien yang terinfeksi secara kronis.

Karenanya para peneliti percaya bahwa pendekatan ini mungkin berguna untuk diterapkan pada orang yang sudah memiliki HIV.

Peneliti utama Prof Michael Farzan mengatakan kepada BBC, “Kami lebih maju daripada pendekatan lain untuk perlindungan universal, tapi kami masih memiliki rintangan, terutama terkait dengan tingkat keamanan untuk memberikannya kepada banyak orang.

Pergeseran sasaran

Vaksin-vaksin HIV selama ini mengalami kesulitan karena virus bermutasi begitu cepat, dan dari waktu ke waktu mengubah sasarannya.

Tapi vaksin ini menyasar daerah yang biasanya HIV mengalami kesulitan untuk mengubah target.

“Kekuatan sebenarnya dari pendekatan ini adalah hal itu lebih kuat dari antibodi,” kata Prof Farzan.

Namun, ada pertanyaan terkait faktor keamanan. Setelah vaksinasi konvensional, sistem kekebalan tubuh merespon hanya setelah dihadapkan pada ancaman.

Pendekatan terapi gen mengubah sel-sel menjadi pabrik yang terus-menerus memuntahkan pembunuh-pembunuh HIV buatan. Dan dampak jangka panjangnya belum diketahui.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HIVvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syiah yang Dilarang Malaysia Memiliki Kesamaan Ajaran dengan Syiah Indonesia
Tulisan selanjutnya Kreteria Radikal Juga Harus Terapkan Pada Kelompok Sekuler, Liberal dan Komunis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?