Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Doa Menyambut Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2022 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2022 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BULAN Ramadhan ditandai dengan munculnya hilal atau bulan yang terbit pada tanggal 1 di awal bulan penanggalan Qamariah. Rasulullah ﷺ menyambutnya dengan penuh suka cita dan mengucap Doa Menyambut Bulan Ramadhan.

Daftar isi
  • Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Amalan Rasulullah
    • Doa Menyambut Bulan Ramadhan Ketika Hilal Muncul
    • Amalan untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Nabi Muhammad ﷺ juga mengucapkan rasa syukur setiap kali dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Adapun doa-doa yang sering dipanjatkan untuk menyambut bulan Ramadhan, berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Amalan Rasulullah

Tidak lama lagi, umat Islam akan segera menyambut bulan Ramadhan. Mendekati bulan ini, umat Muslim dianjurkan menyambutnya dengan bersuka cita dalam hati. Tidak lupa agar semakin mendapat keberkahan, untuk membaca doa menyambut bulan suci Ramadhan ini.

Banyaknya keistimewaan yang datang pada bulan suci Ramadhan, sudah seharusnya kita sambut dengan riang gembira. Rasulullah ﷺ pun bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini, seperti sabdanya;

أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنِ فِيْهِ لَيْلَةٌ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, di mana Allah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kamu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan durhaka dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa dihalangi mendapatkan kebaikannya, maka ia telah terhalangi.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Berdasarkan Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – yang mengatakan;

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264).

Dari Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, bahwa beliau mengatakan, Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Tidak hanya itu, memohon agar mendapat kebaikan di bulan Ramadhan juga turut dipanjatkan sebagai doa untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Doa Menyambut Bulan Ramadhan Ketika Hilal Muncul

Doa-doa untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang selalu dipanjatkan oleh Nabi muhammad ﷺ selanjutnya yaitu ketika melihat hilal. Umat Muslim di seluruh dunia menggunakan dua pendekatan dalam menentukan awal Ramadhan ini.
Pendekatan tersebut yakni dengan metode hisab dan rukyat. Saat menyaksikan hilal, Nabi Muhammad ﷺ selalu membaca doa-doa dalam menyambut bulan suci Ramadhan seperti dibawah ini.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

“Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad 888, Ad-Darimi dalam Sunannya no. 1729).

Adapun cara menentukan awal Ramadhan dengan metode hisab yakni dengan perhitungan untuk memprediksi ketinggian hilal yang menjadi penanda dalam pergantian bulan dalam sistem kalender hijriyah. Saat diprediksi telah berada di ketinggian diatas 0 derajat, maka sudah dapat dipastikan bulan berganti.

Sementara itu, metode rukyat merupakan metode dalam menentukan awal Ramadhan yang dilakukan dengan menyaksikan hilal, baik dengan mata secara langsung ataupun dengan menggunakan alat, apabila sudah muncul, hilal pun akan terlihat seperti garis lengkung yang tipis.

Amalan untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Sebelumnya Anda sudah mengetahui Doa menyambut Bulan Ramadhan. Adapun beberapa amalan yang bisa Anda lakukan untuk menyambut bulan suci ini, diantaranya:

1. Membayar hutang puasa

Sudah seharusnya, saat menjelang bulan Ramadhan, agar Anda membayar semua hutang puasa pada tahun sebelumnya. Puasa ini disebut juga dengan puasa Qadha dan wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang sudah ditinggalkan saat bulan Ramadhan.

Ketentuan untuk membayar hutang puasa Ramadhan ini bisa dilihat jelas dalam firman Allah SWT berdasarkan Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(yakni) pada beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan adapun bagi orang-orang yang berat dalam menjalankannya (apabila mereka berpuasa) untuk membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati melaksanakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS: Al-Baqarah: 184).

Itulah penggalan ayat yang mengharuskan Anda untuk membayar hutang puasa jika sebelumnya sempat meninggalkan puasa di bulan Ramadhan karena suatu alasan. Hukumnya wajib untuk dikerjakan.

2. Menyambut bulan suci Ramadhan dengan gembira

Amalan selanjutnya yang dapat Anda lakukan sebelum bulan Ramadhan yang sama pentingnya yaitu menyambut bulan suci ini dengan penuh suka cita. Amalan tersebut termasuk dalam amalan hati.

Caranya yakni dengan memperbanyak bersyukur karena sudah dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan. Mulianya bulan Ramadhan menjadikan bulan ini sangatlah istimewa serta harus disambut dengan penuh rasa kegembiraan.

Pada bulan Ramadhan, pahala akan dilipat gandakan dan dosa-dosa akan dihapuskan. Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya menyambut bulan suci ini dengan penuh kegembiraan serta melepasnya dengan tangisan. Seperti yang sudah dijelaskan dalam sebuah hadits Durratun Nasihin berikut:

ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ

“Barangsiapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka.”

3. Puasa sunnah pada bulan Syaban

Amalan lain yang dapat Anda kerjakan yakni menunaikan puasa sunnah pada bulan Syaban. Anda bisa memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Akan tetapi, biasanya satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan ini, umat Islam dilarang menunaikan puasa sunnah. Kecuali untuk mereka yang telah membiasakannya, larangan ini juga disebutkan dalam hadits Rasulullah ﷺ , hadits shahih, riwayat Bukhari: 1781 dan Muslim: 1812, yang berbunyi:

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali untuk seseorang yang memuaskan puasa tertentu, maka ia boleh meneruskan puasanya.” (HR. Bukhari).

Itulah beberapa amalan dalam menyambut bulan suci Ramadhan, selain itu, Anda juga dianjurkan untuk saling memaafkan, bertaubat serta melakukan ziarah kubur ke makam orang-orang terdekat yang sudah mendahului Anda.

Dan tidak lupa agar Anda selalu memanjatkan Doa Menyambut Bulan Ramadhan untuk menambah keberkahan Anda. Semoga Allah SWT mempertemukan kita pada bulan Ramadhan selanjutnya dengan selalu diberikan kesehatan agar lebih baik dalam menjalankannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:artikel bulan ramadhanKumpulan Doapersiapan bulan Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya hari guru nasional Terancam Punah, Kemendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar ‘Revitalisasi Bahasa Daerah’
Tulisan selanjutnya wayang khalid basalamah Banyak Menerima Kritik, Dalang Pagelaran ‘Wayang Khalid Basalamah’ Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?